Efektivitas Pengawasan Pemerintah Kabupaten solok selatan terhadap kegiatan pertambangan emas di solok selatan

Publikasi Unusia

Efektivitas Pengawasan Pemerintah Kabupaten solok selatan terhadap kegiatan pertambangan emas di solok selatan

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Efektivitas Pengawasan Pemerintah Kabupaten solok selatan terhadap kegiatan pertambangan emas di solok selatan
Penulis: FEBRIZA WAHYUNI
Abstrak: FEBRIZA WAHYUNI, NIM 2130203029 Judul Skripsi “Efektivitas Pengawasan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Terhadap Kegiatan Pertambangan Emas di Solok Selatan” Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Tahun Akademik 2025. Skripsi ini Membahas Efektivitas Pengawasan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terhadap kegiatan pertambangan emas ilegal (PETI) yang marak terjadi di beberapa kecamatan seperti Sangir Batanghari, Sangir Jujuan, dan Koto Parik Gadang Diateh. Aktivitas PETI menimbulkan berbagai permasalahan seperti kerusakan lingkungan, pencemaran sungai, konflik sosial, hingga lemahnya penegakan hukum, termasuk dugaan keterlibatan aparat. Permasalahan ini diperparah oleh rendahnya kesadaran hukum masyarakat serta keterbatasan alternatif ekonomi yang mendorong warga menjadi buruh tambang ilegal. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Kepolisian Resor Solok Selatan, dan masyarakat di sekitar lokasi tambang. Selain itu, dilakukan observasi lapangan dan studi dokumentasi. Kerangka teori yang digunakan mencakup teori kewenangan, teori pengawasan administrasi negara, teori good governance, teori implementasi kebijakan publik, serta teori negara hukum dan otonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan oleh pemerintah kabupaten masih belum efektif. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, akses geografis yang sulit, dan lemahnya koordinasi antarinstansi. Pengawasan bersifat insidental dan belum menyentuh aktor utama, hanya pelaku lapangan. Sosialisasi hukum kepada masyarakat juga belum merata. Selain itu, kewenangan teknis pengawasan tambang sebagian besar telah dialihkan ke pemerintah provinsi berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, sehingga ruang gerak pemerintah kabupaten menjadi terbatas.
URI:
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdJwIeWGe8eGNu5skvWRBebFZhF4ZKHxJE%2BZxUZUbuB5hAWYH3iGx2xAkaPBcrlGJ9ePMwl9on%2FlWns7IONwz65wo3X1uSvE8LUB9hGvZunSeD2p6HVZ0sizj1IJaojwdETeI937VNpv%2FQNMD2NNNS%2Fq4Xf78EiJua%2BQV%2Ftm1DqogExiOEXXqksL
http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32313
Tanggal: 2025-08-20


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1760942673786_1 ... BRIZA (TANPA LAMPIRAN).pdf 1.717Mb application/pdf Lihat / Buka File "Efektivitas Pengawasan Pemerintah Kabupaten solok selatan terhadap kegiatan pertambangan emas di solok selatan"
1760942674558_HITAM.jpeg 16.93Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "Efektivitas Pengawasan Pemerintah Kabupaten solok selatan terhadap kegiatan pertambangan emas di solok selatan"

Item ini muncul di Koleksi berikut

  • Koleksi Skripsi
    Perpustakaan Jurusan HUKUM TATA NEGARA (SIYASAH) Repository

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya