Kontekstualisasi Makna Israf dalam Al-Qur’an Terhadap Perilaku Konsumerisme Modern: Pendekatan Tafsir Maqashidi

Publikasi Unusia

Kontekstualisasi Makna Israf dalam Al-Qur’an Terhadap Perilaku Konsumerisme Modern: Pendekatan Tafsir Maqashidi

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Kontekstualisasi Makna Israf dalam Al-Qur’an Terhadap Perilaku Konsumerisme Modern: Pendekatan Tafsir Maqashidi
Penulis: IQBAL ABRORI ARIF
Abstrak: Iqbal Abrori Arif, NIM. 2130301022 Judul Skripsi: “Kontekstualisasi Makna Israf dalam Al-Qur’an Terhadap Perilaku Konsumerisme Modern: Pendekatan Tafsir Maqashidi” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Masyarakat modern saat ini dihadapkan pada fenomena gaya hidup konsumtif yang semakin mengakar, dipicu oleh perkembangan teknologi, kemudahan akses belanja daring, serta pengaruh media sosial yang membentuk budaya konsumsi berbasis citra dan gengsi. Pergeseran pola konsumsi dari sekadar pemenuhan kebutuhan menuju sarana pencitraan diri telah melahirkan perilaku seperti self-reward, retail therapy, dan fear of missing out (FOMO) yang cenderung melampaui batas kebutuhan. Dalam perspektif Islam, perilaku berlebihan tersebut termasuk dalam kategori Israf, yaitu penggunaan nikmat Allah SWT. secara berlebihan yang dilarang Al-Qur’an, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-A’raf [7]:31 dan QS. Al-Isra’ [17]:26–27. Peringatan ini mengandung dimensi moral, sosial, dan ekologis yang relevan untuk mengatasi tantangan konsumerisme modern. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis penafsiran ulama tafsir kontemporer terhadap ayat-ayat Israf, (2) mengkaji keterkaitan larangan Israf dengan prinsip maqashid al-syariah, khususnya Hifz al-Mal, dan (3) mengkontekstualisasikan makna Israf sebagai panduan etis dalam menghadapi perilaku konsumtif di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan Tafsir Maqashidi yang menekankan pencapaian tujuan-tujuan syariat dalam memahami teks Al-Qur’an, baik dari segi kandungan lafaz, konteks historis, maupun relevansi sosialnya. Pendekatan ini dipilih karena mampu menghubungkan pesan normatif Al-Qur’an dengan realitas kekinian secara komprehensif. Sumber data primer meliputi ayat-ayat yang membahas Israf, seperti QS. Al-A’raf [7]:31, QS. Al-Isra’ [17]:26–27, QS. Al-Furqan [25]:67, QS. Al-An’am [6]:141, dan QS. An-Nisa’ [4]:6. Sumber data sekunder mencakup kitab tafsir kontemporer bercorak fiqh, seperti Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, dan Tafsir al-Maraghi Karya Ahmad Mustafa al-Maraghi, serta literatur akademik terkait konsep Israf, maqashid al-syariah, dan perilaku konsumerisme modern. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan metode tafsir tematik (maudhu’i) dengan fokus pada maqashid al-syariah, khususnya prinsip Hifz al-Mal. Validasi data dilakukan dengan teknik kritik sumber dan triangulasi, guna memastikan akurasi dan keandalan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mufassir kontemporer sepakat memandang Israf sebagai perilaku melampaui batas dalam penggunaan nikmat Allah SWT, bahkan jika pada hal yang mubah, apabila dilakukan berlebihan hingga membawa kemudaratan. Quraish Shihab menyoroti bahwa Israf sering terjadi tanpa disadari dan dapat merusak tatanan moral serta sosial. Buya Hamka menilai Israf sebagai kebiasaan yang mengikis kemuliaan jiwa dan meruntuhkan karakter, sedangkan al-Maraghi menegaskan bahwa Israf merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip keseimbangan (tawazun) yang menjadi ciri ajaran Islam. Melalui perspektif maqashid al-syariah, larangan Israf berhubungan erat dengan prinsip Hifz al-Mal, yang tidak hanya bertujuan menjaga harta dari kehilangan fisik, tetapi juga mengatur etika penggunaannya agar bermanfaat, produktif, dan membawa maslahat. Kontekstualisasi makna Israf terhadap fenomena konsumerisme modern menemukan bahwa perilaku seperti impulse buying, penggunaan fasilitas paylater, budaya pamer di media sosial, dan belanja sebagai hiburan merupakan bentuk Israf kontemporer yang perlu dibenahi. Pendekatan Tafsir Maqashidi menawarkan solusi berupa pembentukan budaya konsumsi yang moderat (wasathiyyah), bijaksana, dan berkelanjutan, yang selaras dengan tujuan syariat dan relevan untuk diterapkan di tengah tantangan budaya konsumtif global.
URI:
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdJABiUZyIZlyuacwz%2FAMG2%2FEyfiparWvWDB8o3nV1ROPJ2%2FgPIJfBC4D49TImfT6O64mrQzL1jwBugw8h85zB6g1ti4tSRkAyzHOuCLuknF83JhQqKL8KCoY8yknZgiwuLFiyaUHMAnJx%2Fy5EXuEN57dxDyRg6WcXkhzgbujO4lssEfCEBMg9vJ
http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32706
Tanggal: 2025-08-21


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1765176425913_1 ... al+Abrori+Arif_removed.pdf 841.3Kb application/pdf Lihat / Buka File "Kontekstualisasi Makna Israf dalam Al-Qur’an Terhadap Perilaku Konsumerisme Modern: Pendekatan Tafsir Maqashidi"
1765176427190_UNGU.jpeg 15.50Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "Kontekstualisasi Makna Israf dalam Al-Qur’an Terhadap Perilaku Konsumerisme Modern: Pendekatan Tafsir Maqashidi"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya