Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | PENAFSIRAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG MENGANDUNG LAFAZ AR-RĪḤ MENURUT THANTHAWI JAUHARI DALAM KITAB AL-JAWĀHIR FĪ TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-KARĪM |
| Penulis: | SALMI FAUZIYYAH |
| Abstrak: | ABSTRAK Salmi Fauziyyah. NIM 2130301036 (2021). Judul Skripsi: “Penafsiran Ayat-Ayat al-Qur’an yang Mengandung Lafaz Ar-Rīḥ Menurut Thanthawi Jauhari Dalam Kitab Al-Jawāhir Fī Tafsīr Al-Qur’ān Al-Karīm”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Fokus permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana Thanthawi Jauhari, sebagai mufasir modern bercorak ilmiah, menafsirkan lafaz ar-rīḥ yang terdapat dalam sejumlah ayat al-Qur’an, dan bagaimana penafsiran tersebut menunjukkan kecenderungan makna azab dalam konteks lafaz tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengkaji ayat-ayat kauniyah yang tidak hanya berbicara tentang fenomena alam, tetapi juga sebagai medium komunikasi Ilahi yang penuh peringatan dan makna teologis. Lafaz ar-rīḥ dalam bentuk ma‘rifah (definitif) ternyata cenderung digunakan dalam konteks azab, berbeda dengan lafaz riyāḥ (jamak/tidak definitif) yang lebih dekat pada makna rahmat. Hal ini menunjukkan adanya pembacaan semantik yang spesifik yang hanya bisa ditangkap melalui pendekatan tafsir tematik dan ilmiah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research). Penulis menggunakan metode tafsīr maudhū‘ī berbasis tokoh dengan pendekatan tafsir ilmiah dan analisis isi (content analysis). Data primer berasal dari delapan ayat Al-Qur’an yang mengandung lafaz ar-rīḥ yang semuanya dianalisis menggunakan Tafsir Al-Jawāhir fī Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm. Data sekunder berasal dari literatur-literatur yang mendukung tema tafsir ilmiah dan kajian linguistik Qur’ani. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana Thanthawi menyelaraskan sains modern, seperti ilmu meteorologi dan dinamika atmosfer, ke dalam struktur penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thanthawi Jauhari tidak hanya menafsirkan ar-rīḥ sebagai angin secara fisik, melainkan memaknainya sebagai simbol azab yang konkret. Ia menegaskan bahwa angin dapat menjadi rahmat jika dikirim dalam bentuk riyāḥ, namun cenderung menjadi azab jika disebut sebagai ar-rīḥ. Dalam tafsirnya, angin digambarkan sebagai kekuatan destruktif yang Allah kirimkan sebagai peringatan kepada umat manusia yang menyimpang. Tafsir ilmiah yang dibangun oleh Thanthawi memberikan pemahaman bahwa bencana angin, seperti badai dan topan, bukan hanya fenomena meteorologi, tetapi juga refleksi dari ketidakseimbangan moral dan ekologis. Temuan ini relevan dalam diskursus tafsir kontemporer, terutama dalam konteks krisis lingkungan global yang sedang dihadapi umat manusia. |
| URI: |
https://drive.usercontent.google.com/download?id=1WApQChlRfwlSS-iSR-TbkiqhPPtFmCbI&export=view http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32703 |
| Tanggal: | 2025-08-14 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1765176158608_UNGU.jpeg | 15.49Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "PENAFSIRAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG MENGANDUNG LAFAZ AR-RĪḤ MENURUT THANTHAWI JAUHARI DALAM KITAB AL-JAWĀHIR FĪ TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-KARĪM" |