Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | Religiusitas Tokoh Agama Dalam Menyikapi Perbedaan Awal Ramadhan Tarekat Satariyah dengan Muhammadiyah di Korong Kiambang Kabupaten Padang Pariaman |
| Penulis: | YOSI PEBRIANTI |
| Abstrak: | Yosi Pebrianti, NIM 2130306092, Judul Skripsi “Religiusitas Tokoh Agama Dalam Menyikapi Perbedaan Awal Ramadhan Tarekat Satariyah Dengan Muhammadiyah di Korong Kiambang Kabupaten Padang Pariaman”. Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu pada tokoh agama yang mengalami perbedaan awal ramadhan. Fenomena perbedaan penetapan awal Ramadhan yang kerap terjadi pada tokoh agama di Kiambang, Kabupaten Padang Pariaman, khususnya antara kelompok Muhammadiyah dan Tarekat Satariyah. Meskipun perbedaan ini menyangkut persoalan keagamaan, tokoh agama tetap hidup berdampingan secara damai tanpa terjadi konflik. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah bagaimana bentuk religiusitas tokoh agama dalam menyikapi perbedaan awal Ramadhan di Korong kiambang Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Data yang diperoleh dijabarkan berdasarkan sub fokus tertentu dan diuraikan menggunakan kalimat yang efektif. Informan pada penelitian ini yaitu terdiri dari empat orang tokoh agama yang berasal dari dua kelompok keagamaan berbeda, yaitu Muhammadiyah dan Satariyah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi. Kemudian Teknik penjamin keabsahan data adalah triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, maka ditemukan bahwa (1) Keyakinan tokoh agama Kiambang, baik dari kalangan Muhammadiyah maupun Tarekat Satariyah, memandang perbedaan awal Ramadhan sebagai hal yang wajar, serta tidak terpengaruh oleh perbedaan yang ada. (2) Tokoh agama Kiambang tetap melaksanakan ritual Ramadhan seperti membersihkan rumah, surau, dan menyiapkan sahur, serta membayar zakat, perbedaan tersebut tidak memengaruhi kekhusyukan ibadah maupun kehadiran di tempat ibadah. (3) Pengalaman tokoh agama Kiambang dalam menyikapi perbedaan awal puasa menunjukkan bahwa perbedaan antara keluarga atau tetangga dianggap hal yang biasa dan tidak menimbulkan masalah. Suasana tetap harmonis, dan perbedaan tersebut tidak pernah memicu konflik di tengah tokoh agama. (4) Pengetahuan tokoh agama Kiambang tentang perbedaan awal Ramadhan cukup baik, karena memahami perbedaan metode hisab dan rukyat, yang diperkuat melalui ceramah, wirid, dan pengajian tokoh agama. (5) Konsekuensi yang dirasakan tokoh agama Kiambang dari perbedaan awal Ramadhan bersifat positif, karena tidak menimbulkan dampak negatif, hubungan sosial tetap harmonis, serta mendorong sikap toleransi, kesabaran, dan penghormatan terhadap perbedaan. Kata Kunci : Religiusitas, Tokoh agama, Perbedaan awal ramadhan. |
| URI: |
https://uinmybatusangkar.ecampus.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdJXwu3DJEqArTf3tLqIGXIdJAyr6ehqkXC2TKxrwYdc8py7agQRnu%2FAoy6V7dzA0uSwGrhBTtH1AdX%2BwJ73vYh%2BnMHv6AupF5KqnBP3WpAl6V8vd60V1xaK%2FYlwvgn0ApQw82S%2FD3OJSLBWbmsPJSaB9mp%2B7Bpc6C4M%2B1oG5Qb%2F7j2A9s4mNG%2FG http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32696 |
| Tanggal: | 2025-08-28 |
| File | Ukuran | Format | Lihat |
|---|---|---|---|
|
Tidak ada file yang diasosiasikan dengan item ini. |
|||