Hubungan antara Adversity Quotient dengan Problem Solving pada Remaja di SMPN 2 Sungayang

Publikasi Unusia

Hubungan antara Adversity Quotient dengan Problem Solving pada Remaja di SMPN 2 Sungayang

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Hubungan antara Adversity Quotient dengan Problem Solving pada Remaja di SMPN 2 Sungayang
Penulis: NAFA DWI APRILIANI
Abstrak: Nafa Dwi Apriliani, NIM : 2130306052, Judul Skripsi “Hubungan Adversity Quotient dengan Problem Solving pada Remaja di SMPN 2 Sungayang”, Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah utama dalam penelitian ini adalah kemampuan remaja dalam menyelesaikan konflik sosial secara konstruktif yang masih bervariasi, serta keterampilan problem solving yang belum optimal. Kondisi ini sering kali dipengaruhi oleh tingkat Adversity Quotient (AQ) yang berbeda-beda pada setiap individu. Remaja dihadapkan pada berbagai tekanan, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun pergaulan, yang menuntut mereka memiliki kemampuan bertahan, berpikir jernih, dan mengambil keputusan tepat dalam menghadapi masalah. Namun, kenyataannya tidak semua remaja mampu mengidentifikasi masalah, mencari alternatif solusi, dan mengevaluasi hasil penyelesaian dengan efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Adversity Quotient dengan Problem Solving pada remaja di SMPN 2 Sungayang.. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang bersekolah di SMPN 2 Sungayang yang berjumlah 132 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling dan menggunakan rumus Slovin, dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 99 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert, yang terdiri dari skala Adversity Quotient berdasarkan teori Stoltz dan skala Problem Solving berdasarkan teori Heppner dan Petersen. Teknik pengolahan data dilakukan secara statistik dengan bantuan program SPSS versi 20 untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Adversity Quotient dengan Problem Solving pada remaja di SMPN 2 Sungayang. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson, diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,047 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi Adversity Quotient yang dimiliki oleh remaja, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah (Problem Solving) secara adaptif dan efektif di lingkungan sosialnya.
URI:
https://uinmybatusangkar.ecampus.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdKP9RGNi0JpyOYOznYApsy5%2BrqICcPGzA0mXVNwZhp7dKxFwVZ7%2FyvruwL9ttvwH6UdnkMLMteXUZRIa4Ci0lPFi%2F%2BCb5Q%2F2Q%2FOPzRC82pz4rybXDwkLsqoCViEAB5bEexouesL2pUO%2BDx9QncugKEYL%2B4bYO8P4YGvk8uVWudCGwUzQ71K1aeM
http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32676
Tanggal: 2025-08-27


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1763452238135_1 ... !_1_compressed_removed.pdf 493.6Kb application/pdf Lihat / Buka File "Hubungan antara Adversity Quotient dengan Problem Solving pada Remaja di SMPN 2 Sungayang"
1763452240359_uangu.jpeg 15.50Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "Hubungan antara Adversity Quotient dengan Problem Solving pada Remaja di SMPN 2 Sungayang"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya