Konsekuensi Penyebaran Hoax: Analisis Kontekstual Tentang Ayat-ayat Berita Bohong (Kajian Maudhu'i)

Publikasi Unusia

Konsekuensi Penyebaran Hoax: Analisis Kontekstual Tentang Ayat-ayat Berita Bohong (Kajian Maudhu'i)

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Konsekuensi Penyebaran Hoax: Analisis Kontekstual Tentang Ayat-ayat Berita Bohong (Kajian Maudhu'i)
Penulis: HAFIZA TU SOLEHA
Abstrak: Hafiza Tu Soleha, NIM 2130301019 (2025) Judul Skripsi: “Konsekuensi Penyebaran Hoax: Analisis Kontekstual Tentang Ayat-Ayat Berita Bohong (Kajian Maudhu’i)”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Fenomena hoax yang terjadi saat ini tidak lepas dari perkembangan teknologi yang semakin canggih. Hoax yang tersebar akan memberikan dampak serius terhadap keseimbangan sosial dan kepercayaan publik. Di dalam al-Qur`an telah diterangkan akan adanya konsekuensi terhadap penyebaran hoax. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsekuensi/ dampak dari penyebaran hoax dan relevansi ayat-ayat hoax dengan hoax yang terdapat di media sosial. Jenis penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan metode tafsir tematik (maudhu’i) dan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan menelusuri sumber-sumber dari ayat-ayat al-Qur`an yang berkaitan dengan tema hoax dan tafsir dari M. Quraish Shihab, Sayyid Quthb dan buya Hamka serta sumber lain yang berkaitan dengan tema hoax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama terdapat term-term yang menunjukkan tema tentang hoax, seperti al-ifk, kadzib, naba`, khabar, buhtan, dan murjifun. Kedua, penyebaran hoax memberikan dampak serius terhadap masyarakat. Dari sisi individu, hoax dapat merusak reputasi, pencemaran nama baik, dan menurunkan kepercayaan diri korban. Dari sisi sosial, hoax dapat memicu perpecahan, menimbulkan fitnah dan menimbulkan kekacauan dalam masyarakat, dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi maupun sesama. Ketiga, relevansi ayat-ayat tersebut dengan fenomena penyebaran hoax yang terjadi di media sosial. Relevansi ayat dengan fenomena hoax yang terjadi di media sosial tentang prinsip tabayyun (klarifikasi), larangan mengikuti berita tanpa bukti, serta larangan untuk ikut-ikutan dalam menyebarkan informasi. Berdasarkan penelitian ini maka, dapat disimpulkan bahwa di dalam al-Qur`an terdapat beberapa term yang berkaitan dengan hoax. Konsekuensi dari penyebaran hoax yaitu menimbulkan fitnah, ketakutan dalam masyarakat dan pencemaran nama baik. Adapun relevansi ayat dengan fenomena hoax di media sosial ialah prinsip crosschek terhadap informasi, larangan menyebarkan informasi tanpa ilmu, dan larangan untuk ikut-ikutan.
URI:
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdKvjHmx691rLSVEQGyDfPrRI6Hp0SwX7WtANwl3xZQ56bvD7dOpDjxs8Ik%2BTiddXegqdI%2BYU%2FRXxt%2BpWHqaI4%2B9ip9hq070TYJk1BM5qP%2FwsxuaLl8JZ9esfhd4Su9qxWFg43QDUR00E1yTwiBLszTbnB%2B1bcusiSPXSL2VsJ7uv6%2FuiTzbM7SR
http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32658
Tanggal: 2025-08-20


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1763349898333_1 ... U+SOLEHA+FIXXX_removed.pdf 1.121Mb application/pdf Lihat / Buka File "Konsekuensi Penyebaran Hoax: Analisis Kontekstual Tentang Ayat-ayat Berita Bohong (Kajian Maudhu'i)"
1763349903606_UNGU.jpeg 15.50Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "Konsekuensi Penyebaran Hoax: Analisis Kontekstual Tentang Ayat-ayat Berita Bohong (Kajian Maudhu'i)"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya