PENERAPAN METODE DAKWAH DI ERA DIGITAL DALAM Q.S. AN-NAHL AYAT 125 DENGAN PENDEKATAN TAFSIR MAUDHU’I

Publikasi Unusia

PENERAPAN METODE DAKWAH DI ERA DIGITAL DALAM Q.S. AN-NAHL AYAT 125 DENGAN PENDEKATAN TAFSIR MAUDHU’I

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: PENERAPAN METODE DAKWAH DI ERA DIGITAL DALAM Q.S. AN-NAHL AYAT 125 DENGAN PENDEKATAN TAFSIR MAUDHU’I
Penulis: MUHAMMAD INGGRA MUCHTAR
Abstrak: Muhammad Inggra Muchtar, NIM 1830301026, Judul “Penerapan Metode Dakwah di Era Digital dalam Q.S. An-Nahl Ayat 125 dengan Pendekatan Tafsir maudhu’i”, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuludin Adab Dan Dakwah UIN Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2018. Penelitian ini dilatar belakangi oleh urgensi penerapan metode dakwah yang tepat di era digital, yang ditandai dengan dominasi media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dalam penyampaian pesan-pesan keagamaan. Dakwah yang ideal harus selaras dengan prinsip-prinsip Al-Qur’an sebagaimana terkandung dalam Q.S. An-Nahl ayat 125, yaitu hikmah (kebijaksanaan), mau’izhah hasanah (nasihat yang baik), dan mujadalah bi al-lati hiya ahsan (diskusi dengan cara terbaik). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam konsep dan prinsip dakwah dalam ayat tersebut melalui pendekatan Tafsir maudhu’i, serta menjelaskan relevansinya dalam membentuk kerangka dakwah digital yang efektif dan beretika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Tafsir maudhu’i. Langkah-langkah penelitian meliputi pengumpulan ayat-ayat tematik yang relevan, kajian linguistik, Asbabun Nuzul, dan analisis kontekstual dengan menyesuaikan pada karakteristik media digital. Sumber data primer berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir mu’tabar, sedangkan data sekunder berasal dari literatur dakwah kontemporer, teori komunikasi digital, serta hasil-hasil studi empiris terkait konten dakwah di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip dakwah dalam Q.S. An-Nahl ayat 125 sangat aplikatif untuk era digital, namun implementasinya masih kurang optimal. Banyak konten dakwah di media sosial yang tidak mencerminkan nilai-nilai hikmah, nasihat yang baik, ataupun dialog yang santun, sehingga menimbulkan simplifikasi pesan, bahkan polarisasi umat. Dengan menerapkan ketiga prinsip tersebut secara terpadu dan kontekstual, dakwah digital dapat menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan ajaran Islam secara inklusif, humanis, dan relevan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kerangka dakwah digital berbasis Al-Qur’an yang adaptif terhadap dinamika media sosial namun tetap berakar pada etika dan substansi dakwah Islam.
URI:
https://uinmybatusangkar.ecampus.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdJAXenmtNr6rt4Gh%2FGnkMVcni0KjPHvkUtzOWbHf7x3qVLynO4GMkdaWiWZhUWLmijXt1yKfeiPNRS1N0S%2Bdea0xxlei%2Fwk2i%2FpVfjGIBUwt1eDO5rD0cBbMNpPwNXPB9pARFzdo8GfjkQ2v0ZasV6NSheVYDl%2FbKwWmU44%2Fy%2F8VWGk1TQ5kY5h
http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32651
Tanggal: 2025-08-20


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1763345559874_1 ... UHAMMAD_INGGRA_MUCHTAR.pdf 830.4Kb application/pdf Lihat / Buka File "PENERAPAN METODE DAKWAH DI ERA DIGITAL DALAM Q.S. AN-NAHL AYAT 125 DENGAN PENDEKATAN TAFSIR MAUDHU’I"
1763345564490_UNGU.jpeg 15.50Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "PENERAPAN METODE DAKWAH DI ERA DIGITAL DALAM Q.S. AN-NAHL AYAT 125 DENGAN PENDEKATAN TAFSIR MAUDHU’I"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya