Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | Konsep nafkah anak setelah putusnya perkawinan karena kematian (Studi di nagari Padang Laweh selatan kabupaten Sijunjung) |
| Penulis: | DIANA PATRI DESNI |
| Abstrak: | DIANA PATRI DESNI, NIM. 2130201022, JUDUL SKRIPSI KONSEP NAFKAH ANAK SETELAH PUTUSNYA PERKAWINAN KARENA KEMATIAN (STUDI DI NAGARI PADANG LAWEH SELATAN KABUPATEN SIJUNJUNG), Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah Konsep nafkah anak setelah putusnya perkawinan karena kematian di Nagari Padang Laweh Selatan Kabupaten Sijunjung di tinjau dari Hukum Keluarga Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap dan mengetahui pemahaman ayah terhadap kewajiban pemberian hak nafkah anak setelah putusnya perkawinan karena kematian dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengabaian kewajiban ayah terhadap hak nafkah anak setelah putusnya perkawinan karena kematian di Nagari Padang Laweh Selatan Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian yang di gunakan adalah yuridis empiris dengan metode penelitian kualitatif (kualitatif research) dalam bentuk penelitian lapangan (field reaserch), yaitu penelitian yang langsung di lakukan di Nagari Padang Laweh Selatan Kabupaten Sijunjung mengenai Konsep Nafkah Anak Setelah Putusnya Perkawinan karena Kematian. Sumber data primer yaitu ayah dari anak yang ibunya telah meninggal, pihak keluarga ibu dari anak, anak yang ditinggal mati ibunya, niniak mamak, bundo kanduang, dan perangkat Nagari Padang Laweh Selatan Kabupaten Sijunjung. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Ayah di Nagari Padang Laweh Selatan Kabupaten Sijunjung kurang memahami tentang kewajibanya terhadap hak nafkah anak setelah putusnya perkawinan karena kematian ibu. Ayah menganggap bahwasanya karena anak tidak tinggal bersamanya maka kewajiban nafkah beralih kepada pihak keluarga ibu yang mengasuh anak. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengabaian kewajiban ayah terhadap hak nafkah anak setelah meninggalnya ibu di Nagari Padang Laweh Selatan Kabupaten Sijunjung yaitu karena faktor pendidikan, faktor ekonomi, kurangnya kesadaran ayah terhadap pelaksanaan nafkah anak karena hal semacam itu sudah lama terjadi dan seolah dianggap biasa di masyarakat, terjadinya pertengkaran antara keluarga istri dengan ayah dari anak, anak dan pihak keluarga ibu tidak meminta dan menuntut hak nafkah kepada ayah, serta juga karena ayah jarang bertemu dengan anaknya pasca meninggalnya ibu. Pengabaian nafkah anak ini bukanlah ada istiadat melainkan permasalahan sosial dan kebiasaan buruk yang terjadi sangat lama di masyarakat. Menurut Hukum Keluarga Islam, kewajiban nafkah anak walaupun perkawinan putus tetap pada ayah menurut kemampuannya sampai anak dewasa dapat mengurus diri sendiri (21 tahun). Namun kenyataannya di Nagari Padang Laweh Selatan setelah ibu meninggal ayah tidak menjalankan kewajiban nafkahnya secara optimal. |
| URI: |
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdLchKnEowWpjN%2BAjGVyBelMzZ6yZLeGg0hp1wWGy6UgEfMnKXM20SBq5PeLlcgLkPaTK9CEZ4vTD96VcCFfdtSOd10Xud2Q6RQWktZli4%2Fzah%2B%2BM7bobq2sez2aasqHv3DF0TE8CifE6DuXNQjucYCv6mg7RAe%2FxKb3CS%2B0HnXCBOOjzjoqzOkK http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32648 |
| Tanggal: | 2025-08-14 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1763108253987_1 ... PSI DIANA perpustakaan.pdf | 1.037Mb | application/pdf |
Lihat / |
File "Konsep nafkah anak setelah putusnya perkawinan karena kematian (Studi di nagari Padang Laweh selatan kabupaten Sijunjung)" |
| 1763108256012_HITAM.jpeg | 16.93Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "Konsep nafkah anak setelah putusnya perkawinan karena kematian (Studi di nagari Padang Laweh selatan kabupaten Sijunjung)" |