KOMUNIKASI BUNDO KANDUANG DALAM TRADISI BARARAK SAMBA 12 DI NAGARI SULIT AIR KAB. SOLOK

Publikasi Unusia

KOMUNIKASI BUNDO KANDUANG DALAM TRADISI BARARAK SAMBA 12 DI NAGARI SULIT AIR KAB. SOLOK

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: KOMUNIKASI BUNDO KANDUANG DALAM TRADISI BARARAK SAMBA 12 DI NAGARI SULIT AIR KAB. SOLOK
Penulis: WINDA UTARI FITRI
Abstrak: ABSTRAK WINDA UTARI FITRI. NIM. 2130302060 Judul Skripsi: “KOMUNIKASI BUNDO KANDUANG DALAM TRADISI BARARAK SAMBA 12 DI NAGARI SULIT AIR KAB. SOLOK”. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2025. Penelitan ini berfokus pada bentuk komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal bundo kanduang dalam tradisi bararak samba 12 Di Nagari Sulit Air Kabupaten Solok. Tradisi ini merupakan bagian penting dari prosesi pernikahan adat di Nagari Sulit Air yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan simbolisme. Bundo kanduang dalam tradisi berarak samba 12 berperan sebagai komunikator utama yang menyampaikan pesan-pesan adat melalui ungkapan lisan maupun simbol-simbol non-verbal yang penuh makna. Peneliti menggunakan teori yang dikemukakan oleh Wilbur Schramm untuk menganalisis komunikasi verbal, yang memandang komunikasi sebagai proses pertukaran pesan dua arah yang dipengaruhi oleh latar belakang pengalaman dan budaya. Sementara itu, teori yang dikemukakan oleh Onong Ujhana Efendi digunakan untuk mengakji bentuk komunikasi tanpa kata, seperti gesture, ekspresi wajah, dan simbol-simbol adat yang ditampilkan selama prosesi berlangsungl. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field Research) dengan metode kualitatif yang mengungkapkan dan menggambarkan kejadian, fenomena yang terjadi dilapanan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penjaminan keabsahan data peneliti menggunakan tringulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi verbal yang dilakukan bundo kanduang mencerminkan kearifan lokal melalui penggunaan bahasa adat berupa ungkapan yang khas, sedangkan komunikasi non-verbal tampil dalam bentuk gerak tubuh, ekspresi, dan benda-benda tradisional yang sarat makna budaya. Keduanya tidak hanya berfungsi menyampaikan pesan secara informatif, tetapi juga memiliki fungsi persuasif untuk menjaga keharmonisan, memperkuat identitas kolektif, serta menanamkan nilai-nilai sosial dan etika dalam masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam tradisi Bararak Samba 12 bukan sekadar proses pertukaran informasi, melainkan juga instrumen penting dalam pelestarian budaya Minangkabau. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam kajian komunikasi budaya serta upaya pelestarian tradisi lokal.
URI:
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdI735HJLr0xSDoHHhf1hM1zajsDmrLs0VqIkSRsb9YhzYGBfC5jfIdJxjrpVXi4CTqrKJ4k%2FYE42%2Br8D%2BWHQzxMigawF4zAqhbNMlvONyDRL%2BG%2BmX%2FhfpiOZeuc0nBr98mzFhKNRIbSMpT4PFsfunVe79q2fd1yjd16FbciJ0EO55c8OBLDem7z
http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32588
Tanggal: 2025-08-28


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1762330037888_1139837_after munaqasah.pdf 1.805Mb application/pdf Lihat / Buka File "KOMUNIKASI BUNDO KANDUANG DALAM TRADISI BARARAK SAMBA 12 DI NAGARI SULIT AIR KAB. SOLOK"
1762330039245_UNGU.jpeg 15.49Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "KOMUNIKASI BUNDO KANDUANG DALAM TRADISI BARARAK SAMBA 12 DI NAGARI SULIT AIR KAB. SOLOK"

Item ini muncul di Koleksi berikut

  • Koleksi Skripsi
    Perpustakaan Jurusan KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM / BROADCASTING Repository

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya