Sengketa Hak Guna Bangunan Di Sumatera Barat (Studi Kasus Bangunan Dan Usaha Masyarakat Di Sempadan Sungai Kawasan Lembah Anai)

Publikasi Unusia

Sengketa Hak Guna Bangunan Di Sumatera Barat (Studi Kasus Bangunan Dan Usaha Masyarakat Di Sempadan Sungai Kawasan Lembah Anai)

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.author RAVIKA WULANDARI M
dc.date.accessioned 2025-10-22T08:03:04Z
dc.date.available 2025-10-22T08:03:04Z
dc.date.copyright
dc.date.issued 2025-08-20
dc.identifier.isbn NIM:2130203070
dc.identifier.isbn
dc.identifier.issn
dc.identifier.other 02.22500953
dc.identifier.uri
dc.identifier.uri https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdJnLvlYHR7J9LC0EgtYcNjlnnVU0CpzjTQitzPSG9GXam0IQyqQhei3%2Flcac2nrIWi8M4vjP0XVSQOTbitEhfv48iefCSyuTNn6%2FEs2%2FOl1k5jT6oiMRr0jH4zVvEvqAB1H1tsyxhGKqZxKd5cciCmgXI40SIAuge%2FBF8bTi9E9oV5Yw4vI%2F6EZ
dc.identifier.uri http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32365
dc.description.abstract Ravika Wulandari M, NIM. 2130203070. Judul “Sengketa Hak Guna Bangunan Di Sumatera Barat (Studi Kasus Bangunan Dan Usaha Masyarakat Di Sempadan Sungai Kawasan Lembah Anai)”, Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2025. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah analisis hukum terhadap sengketa Hak Guna Bangunan (HGB) yang terjadi di Sumatera Barat dan kawasan sempadan sungai Lembah Anai, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan dan aktivitas usaha masyarakat yang berdiri di atas tanah sempadan sungai, dengan fokus pada bangunan usaha masyarakat seperti warung, rest area, kafe, dan pemandian air yang berdiri tanpa sertifikat HGB dan izin lokasi yang sah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Yuridis Empiris yang bersifat Kualitatif, yaitu salah satu jenis metode penelitian hukum yang dilakukan dengan cara, langkah, dan prosedur yang lebih melibatkan data dan informasi yang diperoleh melalui responden sebagai subjek yang dapat mencurahkan jawaban dan perasaannya sendiri untuk mendapatkan gambaran umum yang holistik mengenai suatu hal yang diteliti. Hasil dari penelitian ini yaitu untuk menangani kasus sengketa HGB di Sumatera Barat yang kebanyakan berupa sengketa HGB wanprestasi dan bangunan illegal di sempadan sungai kawasan lembah anai tanpa sertifikat yang dikeluarkan langsung oleh BPN dan tanpa legitimasi hukum, dan terjadi konflik internal oleh pihak masyarakat hukum adat akibat kurangnya sosialisasi oleh pemerintah daerah terhadap masyarakat hukum adat. Konflik antara HGB dan tata ruang zonasi sempadan sungai banyak bangunan seperti warung, restoran, rest area, pemandian, dan bahkan masjid yang berdiri di tegakkan di sempadan sungai tanpa izin resmi, melanggar peraturan seperti Permen PUPR No. 28 Tahun 2015 dan Perda Kabupaten Tanah Datar No. 5 Tahun 2022. Sengketa diselesaikan melalui beberapa jalur seperti litigasi formal (Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung), namun prosesnya dianggap panjang dan implementasi putusannya sering belum efektif di lapangan, mediasi melalui hukum adat atau musyawarah lokal, menjadi jalur penyelesaian alternatif yang lebih cepat, tapi sering tidak memiliki kekuatan hukum formal, dan penindakan administratif, termasuk pemasangan plang peringatan dan rekomendasi pembongkaran mandiri oleh pemilik bangunan. Langkah ini dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN dan Pemprov Sumbar pada Juni 2024 sebagai respons pascabanjir bandang yang terjadi pada Mei 2024. Kasus pembangunan ilegal di sempadan sungai ini meningkatkan resiko bencana ekologis seperti banjir bandang, terutama mengingat kejadian pada 11 Mei 2024 yang menyebabkan kerusakan fisik dan korban jiwa dan ketidakjelasan status legal HGB menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat usaha lokal, seringkali menimbulkan konflik sosial-ekonomi atas penggunaan lahan tanpa perlindungan hukum yang kuat.
dc.format Computer File
dc.language Indonesia
dc.publisher uin mahmud yunus batusangkar
dc.subject Hukum Islam-Tata Negara
dc.subject.ddc 2X4.71
dc.subject.ddc 2X4.71
dc.title Sengketa Hak Guna Bangunan Di Sumatera Barat (Studi Kasus Bangunan Dan Usaha Masyarakat Di Sempadan Sungai Kawasan Lembah Anai)
dc.type Skripsi


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1761120185631_1 ... avika Wulandari PERPUS.pdf 1.151Mb application/pdf Lihat / Buka File "Sengketa Hak Guna Bangunan Di Sumatera Barat (Studi Kasus Bangunan Dan Usaha Masyarakat Di Sempadan Sungai Kawasan Lembah Anai)"
1761120186802_HITAM.jpeg 16.93Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "Sengketa Hak Guna Bangunan Di Sumatera Barat (Studi Kasus Bangunan Dan Usaha Masyarakat Di Sempadan Sungai Kawasan Lembah Anai)"

Item ini muncul di Koleksi berikut

  • Koleksi Skripsi
    Perpustakaan Jurusan HUKUM TATA NEGARA (SIYASAH) Repository

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya