Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | LARANGAN PERKAWINAN PEREMPUAN DENGAN LAKI-LAKI DI LUAR NAGARI AIE ANGEK TINJAUAN ‘URF |
| Penulis: | FAISAL HADI |
| Abstrak: | ABSTRAK Faisal Hadi, NIM 2030201027. Judul: “LARANGAN PERKAWINAN PEREMPUAN DENGAN LAKI-LAKI DI LUAR NAGARI AIA ANGEK TINJAUAN ‘URF.” Jurusan Ahwal-Syakhsiyyah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi adanya aturan larangan perkawinan antara perempuan suku Melayu Datuak Sati dengan laki-laki dari luar Nagari Aie Angek Kabupaten Sijunjung. Adat ini diwariskan secara turun-temurun dengan sanksi adat berupa denda seekor sapi, bahkan pengusiran bagi yang melanggar. Praktik ini menimbulkan dilema, karena di satu sisi bertujuan menjaga kemurnian garis keturunan dan struktur adat, namun di sisi lain berbenturan dengan prinsip hukum Islam yang tidak membatasi perkawinan berdasarkan wilayah geografis.. Jenis penelitian yang digunakan pendekatan hukum empiris yang dilakukan melalui penelitian lapangan (field research). Sumber data primer terdiri dari Ninik Mamak Suku Melayu Datuak Sati, pelanggar, dan Masyarakat Umum Nagari Aie Angek. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penulisan skripsi ini adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik Penjaminan keabsahan data untuk menjamin keabsahan data yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum larangan ini adalah perjanjian sumpah leluhur untuk menghindari musibah dan menjaga kelangsungan kepemimpinan adat. Dalam tinjauan 'urf aturan ini dikategorikan sebagai 'urf fasid, yaitu adat yang rusak. Hal ini karena aturan tersebut tidak didasarkan pada alasan yang rasional dan sejalan dengan nilai maslahat, bertentangan dengan prinsip dasar syariat Islam yang menekankan keadilan dan kebebasan memilih pasangan, serta berpotensi menimbulkan mudarat (kerugian) bagi individu. Selain itu, praktik ini menimbulkan polemik di kalangan generasi muda yang lebih terbuka. Kesimpulannya, adat yang melarang perkawinan Perempuan dengan laki-laki di luar Nagari Aie Angek tidak memenuhi syarat sebagai ‘urf shahih dan tidak dapat dijadikan dasar hukum dalam islam. Aturan ini justru bertentangan dengan tujuan utama syariat islam dan dapat menimbulkan ketidakadilan, sehingga digolongkan sebagai ‘urf fasid. |
| URI: |
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdJUsh370%2BaWmMP%2BuOEPQsKZW65NM%2B5asID2tZIaemmoXmqdd0i7fPRRyiyUbGHfGAvA8LuFBgD9mDm9fO0W0SuPWFH8CDUvTJCtNxlM2t7Hs5REK4NaLhaI%2FntGguj8bhiLscBNao0al12DleCueSlWyNNRqAZBoWj%2FcoaC13LV7cToLvtA72P%2F http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32320 |
| Tanggal: | 2025-08-22 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1760944315111_HITAM.jpeg | 16.93Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "LARANGAN PERKAWINAN PEREMPUAN DENGAN LAKI-LAKI DI LUAR NAGARI AIE ANGEK TINJAUAN ‘URF" |