Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | TINJAUAN FIKIH MUAMALAH TERHADAP FENOMENA PEKERJA ANAK SEBAGAI PEDAGANG ASONGAN (Studi Analisis Di Pasar Ibuh Kota Payakumbuh) |
| Penulis: | HAVIZA NUR SAFITRI |
| Abstrak: | Haviza Nur Safitri, NIM 2130202021, Judul Skripsi : “Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Fenomena Pekerja Anak Sebagai Pedagang Asongan (Studi Analisis di Pasar Ibuh Kota Payakumbuh)” Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Inti permasalahan dari penelitian ini adalah banyaknya fenomena pekerja anak sebagai pedagang asongan dibawah di umur yang terjadi di pasar ibuh Kota Payakumbuh. Yang dimana mereka masih berumur 9-10 tahun. Hal ini dikarenakan adanya faktor yang menjadi pemicu adanya pekerja anak ini seperti faktor kemiskinan, kebutuhan, lingkungan. Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Lapangan (Field Reseach) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah anak-anak yang bekerja sebagai pedagang asongan sedangkan data sekunder adalah buku, jurnal, serta penelitian terdahulu yang terkait dalam permasalahan ini. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik penjaminan keabsahan data adalah triangulasi metode dan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan bahwa terjadi fenomena pekerja anak sebagai pedagang asongan di pasar ibuh Kota Payakumbuh, mereka berusia 9-10 tahun berasal dari kondisi ekonomi kebawah bekerja malam dan siang menjajakan dagangannya dagangan mereka adalah dagangan yang berupa makanan seperti sala lauak yang harganya Rp 500 perbuah, kue bawang Rp 2.000 ,salad buah Rp 12.000, alasan mereka bekerja adalah untuk membantu orang tuanya. Faktor yang mendorong anak melakukan pekerjaan sebagai pedagang asongan adalah faktor kemiskinan, pendapatan, kebutuhan, faktor lingkungan. Menurut Fikih Muamalah, jual beli yang dilakukan anak-anak mubah (Boleh) jika mereka sudah mumayyiz (mampu membedakan baik dan buruk). Jual beli yang dilakukan oleh anak dibawah umur atau belum mukallaf dapat dipandang sah, alasannya karena ia sudah mummayiz, maka hal ini berimplikasi kepada sahnya jual beli yang mereka lakukan. |
| URI: |
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdIwPts32AADxM6sCb8ZV1fcdU4Wne7sLUU%2F2kcgf6PDtAF36oJJNSULpeg16t9NrwuFHerWF1MqLDi6U%2F0AcusM0hFsfI4JsAKxr26bilsYrg%2FLTvsgUDcofEJ5eomuBo4iidfbMFUNMGhXLW2GN1X0VHj9rYys%2FDvJn805KKdzryXT3jFnyvJW http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/32309 |
| Tanggal: | 2025-08-22 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1760935656397_1132008_pustaka.pdf | 1.590Mb | application/pdf |
Lihat / |
File "TINJAUAN FIKIH MUAMALAH TERHADAP FENOMENA PEKERJA ANAK SEBAGAI PEDAGANG ASONGAN (Studi Analisis Di Pasar Ibuh Kota Payakumbuh)" |
| 1760935657527_HITAM.jpeg | 16.93Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "TINJAUAN FIKIH MUAMALAH TERHADAP FENOMENA PEKERJA ANAK SEBAGAI PEDAGANG ASONGAN (Studi Analisis Di Pasar Ibuh Kota Payakumbuh)" |