RESILIENSI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GALODO DI KECAMATAN LIMA KAUM

Publikasi Unusia

RESILIENSI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GALODO DI KECAMATAN LIMA KAUM

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: RESILIENSI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GALODO DI KECAMATAN LIMA KAUM
Penulis: MUHAMMAD RASYID RIDHO
Abstrak: Muhammad Rasyid Ridho, NIM 2130306048, Judul Skripsi “Resiliensi Masyarakat Dalam Menghadapi Galodo di Kecamatan Lima Kaum”. Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu pada korban terdampak bencana galodo di Kecamatan Lima Kaum. Korban mengalami kerugian berupa materi seperti hancurnya tempat tinggal, tempat bekerja bahkan kehilangan anggota keluarganya. Selain itu korban juga mengalami dampak secara psikologis seperti stres, takut, dan cemas. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana galodo di Kecamatan Lima Kaum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Data yang diperoleh dijabarkan berdasarkan sub fokus tertentu dan diuraikan menggunakan kalimat yang efektif. Informan pada penelitian ini yaitu korban yang terdampak oleh bencana galodo. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi. Kemudian Teknik penjamin keabsahan data adalah triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, maka ditemukan bahwa masyarakat Kecamatan Lima Kaum beradaptasi menghadapi bencana galodo dengan mengandalkan motivasi dari eksternal dan internal, serta pembelajaran dari pengalaman sebelumnya. Dukungan berbagai pihak mempermudah adaptasi, dan pikiran negatif diatasi dengan ikhlas serta persiapan untuk masa depan. Ketahanan masyarakat menghadapi bencana galodo didukung oleh motivasi internal dan eksternal, pengalaman sebelumnya jadi pembelajaran, serta dukungan sosial yang membuat mereka merasa diperhatikan. Untuk mengatasi pikiran negatif, masyarakat bersikap waspada dan memperbanyak berdo’a kepada Allah SWT. Masyarakat mengatasi bencana galodo melalui motivasi internal dan eksternal, pembelajaran dari pengalaman, serta dukungan berbagai pihak. Ketika pikiran negatif muncul, mereka mengatasinya dengan berdo’a kepada Allah SWT.
URI:
https://spmb.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdKQ3E%2F46ukuJD8uzCUKStA8CHJ6SmLu9vs8wd17byY2dDjPuJxKu2%2FCXxERiqygjFYGJu%2BQmWSdO0Z%2FNRfJc67WDUrUK6j6589OYHwfWwXwl6Z%2FRMKrqVrOyMG2%2BedERrCJ1a%2BTp4yCvQQeGeKpgkEp40KPRh5vYi4uNDbpJd7XJr5rGsQ5kGtG
http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/31793
Tanggal: 2025-02-17


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1750146609133_1061149_SKRIPSIIII.pdf 1.472Mb application/pdf Lihat / Buka File "RESILIENSI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GALODO DI KECAMATAN LIMA KAUM"
1750146611347_UNGU.jpeg 15.49Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "RESILIENSI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GALODO DI KECAMATAN LIMA KAUM"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya