Hubungan Antara Kebersyukyran Dengan Resiliensi Pada Wanita Minangkabau Cerai Mati Di Tanah Datar

Publikasi Unusia

Hubungan Antara Kebersyukyran Dengan Resiliensi Pada Wanita Minangkabau Cerai Mati Di Tanah Datar

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Hubungan Antara Kebersyukyran Dengan Resiliensi Pada Wanita Minangkabau Cerai Mati Di Tanah Datar
Penulis: HANIFAH AMALIYAH
Abstrak: Hanifah Amaliyah. NIM 2130306030. Judul Skripsi “Hubungan Antara Kebersyukuran Dengan Resiliensi Pada Wanita Minangkabau Cerai Mati Di Tanah Datar”. Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Cerai mati adalah kondisi di mana seorang wanita menjadi janda akibat suaminya meninggal dunia. Cerai mati membawa perubahan besar dalam kehidupan seorang wanita, baik secara emosional, sosial, maupun spiritual. Di sisi lain, dalam budaya Minangkabau yang sangat menghargai norma-norma sosial dan keluarga, seorang wanita yang mengalami cerai mati sering kali harus berusaha keras untuk mempertahankan martabat dan peran dalam masyarakat, baik sebagai ibu maupun anggota keluarga. Resiliensi dipengaruhi oleh kebersyukuran karena sikap bersyukur membantu individu untuk fokus pada hal-hal positif, meningkatkan rasa optimisme, dan mengurangi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kebersyukuran dan resiliensi pada wanita Minangkabau yang mengalami perceraian mati di Kabupaten Tanah Datar. Kebersyukuran, sebagai sikap positif terhadap kehidupan, diyakini dapat meningkatkan kemampuan individu untuk mengatasi tantangan hidup. Resiliensi, di sisi lain, merujuk pada kemampuan untuk pulih dan bertahan menghadapi kesulitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, yang melibatkan 71 wanita Minangkabau yang telah bercerai mati. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi Skala Resiliensi yaitu (CD-RISC) dan Skala Kebersyukuran yaitu (GQ-6). Data dianalisis menggunakan uji statistik Korelasi Pearson untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya kebersyukuran dalam membentuk resiliensi, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan intervensi psikologis bagi wanita yang menghadapi situasi serupa. Hasil penelitian hubungan antara kebersyukuran dan resiliensi pada wanita Minangkabau yang cerai mati di Tanah Datar. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson di dapat nilai korelasi sebesar 0.620 dan signifikansi 0.001, hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebersyukuran dengan resiliensi sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotestis alternatif (Ha) pada penelitian ini diterima maksudnya terdapat hubungan atau korelasi positive antara kebersyukuran dan resiliensi pada wanita cerai mati Minangkabau di Tanah Datar
URI:
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdILmkLeuQP87Xd1L55R2QB1Q4LMHoUNli8NwQbjCSLcEiB8lEYgMo0XzUTRtHe6aHH9hJ650c00lzMVagWae1auXOxM%2BFgjwpfN7PTtLTj8IOEljSswMR6qDddabn9zhEe1U0oq7c5N5dkRtSyAPLlMSTlC5xqMMDMuZEy6yQYFfHqkQHL7RgfS
http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/31739
Tanggal: 2025-02-17


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1749091248997_1057920_SKRIPSIIII.pdf 1.576Mb application/pdf Lihat / Buka File "Hubungan Antara Kebersyukyran Dengan Resiliensi Pada Wanita Minangkabau Cerai Mati Di Tanah Datar"
1749091249711_uangu.jpeg 15.50Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "Hubungan Antara Kebersyukyran Dengan Resiliensi Pada Wanita Minangkabau Cerai Mati Di Tanah Datar"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya