PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI: STUDI PASAL 103 (4) PP 28 TAHUN 2024 DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH

Publikasi Unusia

PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI: STUDI PASAL 103 (4) PP 28 TAHUN 2024 DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI: STUDI PASAL 103 (4) PP 28 TAHUN 2024 DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH
Penulis: YOGA MAI HIDAYAT
Abstrak: ABSTRAK Yoga Mai Hidayat, NIM. 1930203080, Judul Skripsi “Pelayanan Kesehatan Reproduksi: Studi Pasal 103 (4) PP 28 Tahun 2024 dalam Perspektif Fiqih Siyasah”. Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2025. Dalam penulisan skripsi ini yang menjadi pokok permasalahan adalah Pelayanan Kesehatan Reproduksi: Studi Pasal 103 (4) PP 28 Tahun 2024 dalam Perspektif Fiqih Siyasah Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian keperpustakaan (library research), yaitu penelitian yang secara literature digali berdasarkan sumber (data) secara sistematis. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode penelitian normatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencari bahan kepustakaan dalam bentuk berupa pencarian buku, artikel, jurnal dan publikasi lainnya terhadap Pelayanan Kesehatan Reproduksi: Studi Pasal 103 (4) PP 28 Tahun 2024 dalam Perspektif Fiqih Siyasah. Sesuai dengan pendekatan penelitian maka intrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah penulis sendiri. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dapat simpulkan bahwasanya latar belakang lahirnya pasal 103 (4) PP 28 Tahun 2024 ada beberapa factor yang pertama adalah banyaknya pergaulan bebas dikalangan remaja, tingginya angka aborsi pada usia 15-19 tahun, banyaknya remaja yang melakukan dispensai perkawinan karena remaja melakukan hubungan pranikah dan untuk mengurangi resiko penularan penyakit menular seksual (PMS), termasuk HIV/AIDS. Sedangkan dalam tinjauan fiqh siyasah penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja dapat dilihat dari status remaja tersebut jika mereka sudah menikah maka hukumnya mubah, namun jika mereka belum menikah maka haram menggunakan alat kontrasepsi tersebut karena mereka menggunakan alat kontrasepsi untuk berzina.
URI:
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdLRUYWCmx7ird8T8c%2BznLpSt4EtAmYAc1dNm404qrvTo4B8sMLBQUpMmddoG9psGSce2NH%2FsePag%2F5t0Iar%2Fd5WpdgKRNz2JJhk23yf10Wa8cxOyX6ScK25LnKkCodnFJVBHhRDlwiDH8O3b%2FHCnxULz89MEr1ZYO%2FxJeAyldTA7Bl7xflBm3wh
Tanggal: 2025-02-07


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1740465710168_9 ... 203080 (DF)_compressed.pdf 378.3Kb application/pdf Lihat / Buka File "PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI: STUDI PASAL 103 (4) PP 28 TAHUN 2024 DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH"
1740465710706_Syariah.jpeg 16.92Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI: STUDI PASAL 103 (4) PP 28 TAHUN 2024 DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH"

Item ini muncul di Koleksi berikut

  • Koleksi Skripsi
    Perpustakaan Jurusan HUKUM TATA NEGARA (SIYASAH) Repository

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya