SUMPAH PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DALAM PERSPEKTIF HUKUM TATA NEGARA ISLAM

Publikasi Unusia

SUMPAH PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DALAM PERSPEKTIF HUKUM TATA NEGARA ISLAM

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.author Latifah Hannum
dc.date.accessioned 2021-06-10T02:42:11Z
dc.date.available 2021-06-10T02:42:11Z
dc.date.copyright
dc.date.issued 2021-05-31
dc.identifier.isbn
dc.identifier.isbn NIM. 1730203039
dc.identifier.issn
dc.identifier.other 02.22100176
dc.identifier.uri
dc.identifier.uri https://drive.usercontent.google.com/download?id=1zCpvoTeIDtkBl7IpCd2urtsrW4psmrXI&export=view
dc.description.abstract Latifah Hannum, NIM.1730203039 judul Skripsi “Sumpah Presiden dan Wakil Presiden Dalam Perspektif Hukum Tata Negara Islam” Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negri (IAIN) Batusangkar. Dalam Hukum Tata Negara Islam, baiat merupakan konteks pelantikan dan sumpah setia yang dilakukan Umat Kepala Negara yang telah diterapkan sejak zaman Rasulullah. Baiat juga merupakan suatu media pemersatu dukungan umat baik dalam hal politik maupun yang lainnya. Ia mengalami perubahan dalam praktek sejarah Islam hingga saat ini. Konsep legitimasi dalam Sumpah Jabatan berkaitan dengan sikap masyarakat terhadap kewenangan Kepala Negara, artinya apakah masyarakat menerima atau mengakui seorang pemimpin untuk melaksanakan keputusan yang mengikat masyarakat setelah pemimpin tersebut disahkan melalui pengucapan sumpah jabatannya. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang penulis teliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah kegiatan mencari dan mencatat data yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan terkait dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Dari penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa di Negara Indonesia baiat dilakukan oleh pemimpin terpilih kepada rakyatnya dalam bentuk sumpah jabatan kemudian dilantik secara resmi oleh suatu lembaga untuk mengesahkan jabatan yang diamanahkan kepada pemimpin tersebut, sebaliknya pada masa Rasulullah hingga masa Khulafa Rasyidin bahwa baiat dilakukan dari rakyat kepada pemimpin yang terpilih untuk mengucapkan janji setia. Terkait dengan pelaksanaan tersebut baiat atau sumpah setia dalam Hukum Tata Negara Islam masih relevan dengan kondisi politik di Indonesia saat ini.
dc.format Computer File
dc.language Indonesia
dc.publisher IAIN Batusangkar
dc.subject Hukum Tata Negara
dc.subject.ddc 342
dc.subject.ddc 342
dc.title SUMPAH PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DALAM PERSPEKTIF HUKUM TATA NEGARA ISLAM
dc.type Skripsi


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1623292931466_perpus.pdf 1.448Mb application/pdf Lihat / Buka File "SUMPAH PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DALAM PERSPEKTIF HUKUM TATA NEGARA ISLAM"
1623292932495_black.jpg 428.7Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "SUMPAH PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DALAM PERSPEKTIF HUKUM TATA NEGARA ISLAM"

Item ini muncul di Koleksi berikut

  • Koleksi Skripsi
    Perpustakaan Jurusan HUKUM TATA NEGARA (SIYASAH) Repository

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya