TINJAUAN FIQH MUAMALAH TERHADAP PEMBATALAN AKAD
DALAM JUAL BELI MAKANAN MELALUI JASA ONLINE GO-FOOD
PADA APLIKASI GO-JEK
Tampilkan catatan item sederhana
| dc.contributor.author |
Maina Yulita |
|
| dc.date.accessioned |
2021-02-24T01:24:08Z |
|
| dc.date.available |
2021-02-24T01:24:08Z |
|
| dc.date.copyright |
|
|
| dc.date.issued |
2020-12-10 |
|
| dc.identifier.isbn |
16 302 020 36 |
|
| dc.identifier.isbn |
16 302 020 36 |
|
| dc.identifier.issn |
|
|
| dc.identifier.other |
02.22000610 |
|
| dc.identifier.uri |
|
|
| dc.identifier.uri |
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1GRdDwlMINvq8HFHkOG5exO-9ovcNjp73 |
|
| dc.description.abstract |
MAINA YULITA, NIM. 1630202036, Judul Skripsi “Tinjauan Fiqh
Muamalah Terhadap Pembatalan Akad Dalam Jual Beli Makanan Melalui
Jasa Online Go-Food Pada Aplikasi Go-Jek”, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah,
Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar tahun 2020.
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah hukum pembatalan makanan
oleh customer pada layanan Go-Food pada aplikasi Go-Jek. Pembatalan makanan
tersebut membuat pihak driver mengalami kerugian. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui dan menjelaskan tentang hukum pembatalan makanan oleh customer
menurut Fiqh Muamalah.
Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian kualitatif,
dengan jenis penelitian pustaka (library research), dalam penelitian ini sumber data
yang digunakan adalah sumber data sekunder yang meliputi artikel, jurnal, dan hasil
penelitian terdahulu. Kemudia teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
dengan mencari dan mencatat data. Adapun data yang dilakukan yaitu reduksi data,
penyajian data dan selanjutnya dianalisa untuk mencari kesimpulan terhadap
pembatalan akad jual beli Go-Food pada aplikasi Go-Jek menurut Fiqh Muamalah.
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat penulis simpulkan
bahwa menurut tinjauan Fiqh Muamalah terhadap Pembatalan Akad Jual Beli
Makanan Melalui Jasa Online Go-Food pada Aplikasi Go-jek ini ada yang
diperbolehkan dan ada yang dilarang oleh Fiqh Muamalah. Pembatalan yang
diperbolehkan yaitu pembatalan yang didalamnya terdapat hak khiyar baik khiyar aib
maupun khiyar majelis, sedangkan pembatalan yang tidak dibolehkan yaitu
pembatalan yang didalamnya terdapat kezhaliman dan merugikan salah satu pihak. |
|
| dc.format |
Computer File |
|
| dc.language |
Indonesia |
|
| dc.publisher |
IAIN Batusangkar |
|
| dc.source |
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1GRdDwlMINvq8HFHkOG5exO-9ovcNjp73 |
|
| dc.subject |
Muamalah |
|
| dc.title |
TINJAUAN FIQH MUAMALAH TERHADAP PEMBATALAN AKAD
DALAM JUAL BELI MAKANAN MELALUI JASA ONLINE GO-FOOD
PADA APLIKASI GO-JEK |
|
| dc.type |
Skripsi |
|
File dalam item ini
|
1614129848158_kuning.jpg
|
389.9Kb |
image/jpeg |
Lihat / Buka
|
Gambar "TINJAUAN FIQH MUAMALAH TERHADAP PEMBATALAN AKAD
DALAM JUAL BELI MAKANAN MELALUI JASA ONLINE GO-FOOD
PADA APLIKASI GO-JEK" |
Item ini muncul di Koleksi berikut
Tampilkan catatan item sederhana