PENYELESAIAN SENGKETA KERJASAMA PEMODAL DAN
PENGRAJIN DALAM PEMBUATAN TAGENANG DI JORONG
GALOGANDANG NAGARI III KOTO MENURUT HUKUM ISLAM
Tampilkan catatan item sederhana
| dc.contributor.author |
NADYA ADESRA |
|
| dc.date.accessioned |
2021-02-24T01:24:03Z |
|
| dc.date.available |
2021-02-24T01:24:03Z |
|
| dc.date.copyright |
|
|
| dc.date.issued |
2020-12-10 |
|
| dc.identifier.isbn |
1630202043 |
|
| dc.identifier.isbn |
1630202043 |
|
| dc.identifier.issn |
|
|
| dc.identifier.other |
02.22000611 |
|
| dc.identifier.uri |
|
|
| dc.identifier.uri |
https://drive.google.com/uc?export=view&id=11jCwcDVL6gV0WdbELdqFNQl5Jbs9wtiO |
|
| dc.description.abstract |
NADYA ADESRA, NIM. 1630202043, Judul Skripsi “Penyelesaian
Sengketa Kerjasama Pemodal Dan Pengrajin Dalam Pembuatan Tagenang
Di Jorong Galogandang Nagari III Koto Menurut Hukum Islam”,Jurusan
Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Batusangkar tahun 2020.
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk
penyelesaian sengketa kerjasama pemodal dan pengrajin dalam pembuatan
tagenang di Jorong Galogandang Nagari III Koto menurut Hukum Islam. Tujuan
dari penelitian ini untuk mengetahui tentang bentuk penyelesaian sengketa
kerjasama pemodal dan pengrajindalam pembuatan tagenang di Jorong
Galogandang Nagari III Koto menurut Hukum Islam.
Metode penelitian yang penulis gunakan ini adalah kualitatif, dengan jenis
penelitian lapangan (field research), teknik pengumpulan data melalui
wawancara.Sumber data primer dalam penelitian ini adalah 4pemodal dan
4pengrajin, sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah2 orang niniak
mamak.
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat penulis simpulkan
bahwa di Jorong Galogandang Nagari III Koto terdapat kerjasama antara pemodal
dan pengrajin dalam pembuatan tagenang. Dalam proses pembuatan tagenang ada
tagenang yang mengalami kerusakan. Dari setiap tagenang yang mengalami
kerusakan dijual oleh pengrajin kepada konsumen, namun pengrajin tidak
memberikan hasil dari penjualan tagenang yang rusak kepada pemodal. Penjualan
dari hasil tagenang yang rusak menimbulkan sengketa antara pemodal dan
pengrajin, dalam penyelesaian permasalahan ini diserahkan kepada niniak mamak
untuk mencari jalan keluarnya. Hal tersebut tidak bertentangan dengan hukum
Islam, karena penyelesaian masalah dilakukan dengan tahapan yang dianjurkan
dalam hukum islam melalui tahkim(arbitrase). |
|
| dc.format |
Computer File |
|
| dc.language |
Indonesia |
|
| dc.publisher |
IAIN Batusangkar |
|
| dc.source |
https://drive.google.com/uc?export=view&id=11jCwcDVL6gV0WdbELdqFNQl5Jbs9wtiO |
|
| dc.subject |
modal-permodalan |
|
| dc.title |
PENYELESAIAN SENGKETA KERJASAMA PEMODAL DAN
PENGRAJIN DALAM PEMBUATAN TAGENANG DI JORONG
GALOGANDANG NAGARI III KOTO MENURUT HUKUM ISLAM |
|
| dc.type |
Skripsi |
|
File dalam item ini
|
1614129843250_kuning.jpg
|
389.9Kb |
image/jpeg |
Lihat / Buka
|
Gambar "PENYELESAIAN SENGKETA KERJASAMA PEMODAL DAN
PENGRAJIN DALAM PEMBUATAN TAGENANG DI JORONG
GALOGANDANG NAGARI III KOTO MENURUT HUKUM ISLAM" |
Item ini muncul di Koleksi berikut
Tampilkan catatan item sederhana