Pelaksanaan Kewajiban Nafkah Lahir Suami yang Berstatus Narapidana dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Warga Binaan Rumah Tahanan Negara Klas II B Batusangkar)

Publikasi Unusia

Pelaksanaan Kewajiban Nafkah Lahir Suami yang Berstatus Narapidana dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Warga Binaan Rumah Tahanan Negara Klas II B Batusangkar)

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Pelaksanaan Kewajiban Nafkah Lahir Suami yang Berstatus Narapidana dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Warga Binaan Rumah Tahanan Negara Klas II B Batusangkar)
Penulis: YULMITRA HANDAYANI
Abstrak: ABSTRAK Nama YULMITRA HANDAYANI, NIM 14 201 049, Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah, Skripsi ini berjudul “Pelaksanaan Kewajiban Nafkah Lahir Oleh Suami Yang Berstatus Narapidana Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Warga Binaan Pada Rumah Tahanan Negara Klas Ii B Batusangkar)”. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah menganalisa dan menggambarkan bentuk pelaksanaan kewajiban nafkah lahir oleh seorang suami berstatus narapidana di Rumah Tahanan Negara Klas II B Batusangkar. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan kewajiban nafkah lahir suami yang berstatus narapidana dan menganalisis bagaimana tinjauan hukum Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian melalui studi lapangan (Field Research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Pengelolaan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Hasil penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kewajiban nafkah oleh suami yang berstatus narapidana di Rumah Tahanan Negara Klas II B Batusangkar terdapat tiga pengelompokkan, Pertama terlaksana, dengan alasan adanya bentuk upaya secara tidak langsung yang dilakukan oleh suami (narapidana) seperti adanya usaha yang masih bergerak dan menghasilkan yang dapat dipergunakan oleh isteri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kedua kurang terlaksana, hal ini didasari dengan masih adanya potensi dari suami (narapidana) untuk memberikan nafkah kepada isteri melalui pemberian kerabat meskipun kualitas dari terpenuhinya kebutuhan nafkah tidak secara maksimal. Dan Ketiga tidak terlaksana, ketiadaan upaya apapun yang dilakukan oleh suami (narapidana) membuat isteri yang mencukupi segala kebutuhan sehari-hari anak dan suami selama menjalani masa pidana. Kewajiban nafkah oleh suami yang berstatus narapidana tidak bertentangan dengan hukum Islam. Artinya adalah kewajiban nafkah itu memang tetap wajib bagi seorang suami kepada isteri nya namun Islam menentukan ketetapan nafkahnya berdasarkan hal yang ma’ruf yang biasa diberikan seorang suami kepada isteri nya dan sangat disesuaikan dengan keadaan kedua belah pihak yaitu keadaan suami isteri.
Deskripsi: Kata Kunci : Kewajiban, Nafkah, Narapidana
URI: http://repo.iainbatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/9673
Tanggal: 2018-02-14


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1519954133884_cover skripsi jpeg.PNG 19.75Kb image/png Lihat / Buka Cover skripsi Pelaksanaan Kewajiban Nafkah Lahir oleh Suami yang Berstatus Narapidana Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Warga Binaan pada Rumah Tahanan Negara Klas II B Batusangkar)
1527642987956_14201049 PERPUSTAKAAN.pdf 2.519Mb application/pdf Lihat / Buka File skripsi
1527642988327_cvr.PNG 46.83Kb image/png Lihat / Buka Cover skripsi Pelaksanaan Kewajiban Nafkah Lahir Suami yang Berstatus Narapidana dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Warga Binaan Rumah Tahanan Negara Klas II B Batusangkar)

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya