Evaluasi Pelaksanaan Kode Etik Guru di SMAN 2 Sawahlunto

Publikasi Unusia

Evaluasi Pelaksanaan Kode Etik Guru di SMAN 2 Sawahlunto

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Evaluasi Pelaksanaan Kode Etik Guru di SMAN 2 Sawahlunto
Penulis: SHINTA NAVIRI
Abstrak: ABSTRAK SHINTA NAVIRI, NIM. MPI 14 131 048 Judul SKRIPSI Evaluasi Pelaksanaan Kode Etik Guru di SMAN 2 Sawahlunto jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Tahun 2018. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah masih ada guru yang tidak mematuhi kode etik guru, sepeti adanya guru yang datang terlambat ke sekolah dan masih ada beberapa guru yang masuk terlambat ke dalam kelas ketika pergantian jam pembelajaran. Hukuman atau tidak lanjut yang diberikan kepala sekolah dan guru piket dilakukan secara terus menerus, semua guru piket menerapkan hukuman kepada guru yang melanggar kode etik. Kode etik guru sedah berjalan selama beberapa tahun, dan sudah dilakukan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi kualitatif. Model yang digunakan adalah model formatif untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan suatu proses pekerjaan. Dengan demikian dapat dipakai untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut: (1) Evaluasi pelaksanaan kode etik guru evaluasi sangatlah penting di dalam segala aspek, karena evaluasi adalah proses penilaian atau tolak ukur yang bisa menilai suatu program yang dibuat oleh seseorang apakah program tersebut berjalan dengan lancar atau tidak, atau apakah program itu bisa dilanjutkan atau harus diberhentikan ditengah jalan. (2) Bentuk Pelaksanaan Hukuman Guru di SMAN 2 Sawahlunto adalahn pelaksanaan hukuman guru yaitu agar guru mau mematuhi dan menaati kode etik guru dan peraturan yang ada di sekolah, pihak sekolah atau kepala sekolah harus memberikan efek jera terhadap guru yang melanggar atau guru yang tidak menaati peraturan yang telah diterapkan oleh sekolah tersebut dengan memberikan sanksi secara terus menerus dan pemberian sanksi secara menyeluru, jika pemberian sanksi secara terus menerus dan menyeluruh yang telah diterapkan oleh kepala sekolah maka guru pun tidak akan berani lagi melanggar kode etik yang telah diterapkan oleh sekolah tersebut. (3) Faktor yang Membuat Guru Melanggar Kode Etik Guru di SMAN 2 yaitu Faktor yang pertama adalah faktor ekonomi, faktor ini membuat guru bersangkutan melalaikan tugasnya sehingga mencari pekerjaan lain dengan cara mengajar les di luar sekolah saat jam pembelajaran berlansung. Faktor kedua adalah jarak rumah yang jauh dari sekolah, faktor ini juga membuat guru terlambat datang kesekolah karena jarak rumahnya yang jauh dari sekolah. Faktor ketiga adalah faktor keluarga, faktor ini juga menyebabkan guru datang terlambat datang ke sekolah kerena anaknya yang sakit sehingga harus diurus atau diantar berobat terlebih dahulu. Kata Kunci : Evaluasi, Pelaksanaan Kode Etik
Deskripsi: Kata Kunci : Evaluasi, Pelaksanaan Kode Etik
URI: http://repo.iainbatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/9428


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1527642241571_SHINTA NAVIRI 14 131 048.pdf 1.725Mb application/pdf Lihat / Buka File skripsi
1527642241847_cover SHINTA.docx 182.5Kb application/octet-stream Lihat / Buka Cover skripsi Evaluasi Pelaksanaan Kode Etik Guru di SMAN 2 Sawahlunto

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya