Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PRAKTIK RENTENIR DI NAGARI SARUASO KECAMATAN TANJUNG EMAS DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM |
| Penulis: | FAUZA DWI ZETRIA |
| Abstrak: | Fauza Dwi Zetria. 2025. NIM, 222042007 judul Tesis “Faktor-Faktor Pendorong Praktik Rentenir di Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas dalam Perspektif Ekonomi Islam”. Program Pascasarjana Ekonomi Syariah Kosentrasi Manajemen Perbankan dan Keuangan Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Tesis ini adalah maraknya praktik rentenir di Nagari Saruaso meski pemerintah sudah melakukan berbagai upaya pencegahan. Tujuan pembahasan ini untuk menganalisis praktik rentenir di Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas, dengan fokus pada faktor-faktor pendorong, upaya ulil amri dan perspektif ekonomi Islam terkait praktik rentenir. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Dari penelitian yang penulis lakukan dilapangan dapat disimpulkan bahwa praktik rentenir dipengaruhi oleh dua faktor utama: faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal mencakup aspek ekonomi (kebutuhan mendesak, keterbatasan akses ke lembaga keuangan formal dan ketergantungan pada pinjaman cepat), sosial-budaya (kedekatan dengan pemberi kredit, melemahnya sistem kekerabatan Minangkabau dan normalisasi praktik rentenir), serta aspek pemasaran. Sementara faktor internal meliputi kondisi pribadi dan psikologis peminjam. Upaya ulil amri dalam memberantas praktik ini mencakup Program Makan Rendang Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas KUKMP Kabupaten Tanah Datar, rekomendasi BPRN dan KAN Nagari Saruaso, himbauan KUA dalam bimbingan perkawinan, pengelolaan zakat produktif dan pengembangan pembiayaan syariah melalui BPRS Malibu. Islam tidak melarang hutang secara mutlak tetapi menekankan pentingnya kebijaksanaan dan batasan syariah. Multiple borrowing yang menimbulkan mudarat lebih besar dari pada manfaat perlu dihindari. Teori konsumsi Islam mengarahkan induvidu untuk mengutamakan kebutuhan (needs) di atas keinginan (wants) dan menerapkan prinsip kesederhanaan (wasathiyah). Analisis maslahah-mafsadah menunjukkan bahwa praktik rentenir lebih banyak menimbulkan kerusakan dari pada manfaat. |
| URI: |
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdLEpR41swuu%2FOwPRvErJ%2BIUlukeUeAb%2FMkhvLRqTrrhiAELifze16FxM3fO10YlV%2FrqH0fTyhlQEIhhBofMXWYaka1mYpTqpNJQJkYgakbEAiPk%2FAiyh7WpX2GUyJcikI3TbFJD8sk41IcgZiG0umRPK9A4NcMAE4gayifCEAqqfYwNy02igF7t |
| Tanggal: | 2025-03-07 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1753242851892_1025055_TESIIIIIS.pdf | 1.249Mb | application/pdf |
Lihat / |
File "FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PRAKTIK RENTENIR DI NAGARI SARUASO KECAMATAN TANJUNG EMAS DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM" |
| 1753242852497_Pasca.jpeg | 15.21Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PRAKTIK RENTENIR DI NAGARI SARUASO KECAMATAN TANJUNG EMAS DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM" |