Faktor penyebab rendahnya pemanfaatan ekonomi kreatif wisata kuliner rendang telur dikampung rendang kota Payakumbuh

Publikasi Unusia

Faktor penyebab rendahnya pemanfaatan ekonomi kreatif wisata kuliner rendang telur dikampung rendang kota Payakumbuh

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.author PUTRI ANANTA
dc.date.accessioned 2025-06-18T04:09:21Z
dc.date.available 2025-06-18T04:09:21Z
dc.date.copyright
dc.date.issued 2025-02-17
dc.identifier.isbn NIM:2130406021
dc.identifier.isbn
dc.identifier.issn
dc.identifier.other 02.22500329
dc.identifier.uri
dc.identifier.uri https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/al?d=GtiiN14zpdLBMji8wwm2KlqHhJt4gt56Jzu7Ue%2FEsAEP960infUP3nPZSi5qpMHnk4lK2R3CkLhpZJZjSW7ZaK0Q0u56GIc7MqyBM6hu5W7%2FTkdY9uJVHqIZiBcigy9%2FZzYNw9eNHB3aBkDWe9GCzkwGGjdM1Ws2AfsUDLGrfW0bhvE4yUc82KwPj5YkO%2BJt
dc.identifier.uri http://repo.uinmybatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/31830
dc.description.abstract Putri Ananta 2130406021 ( 2025 ) judul Skripsi : “ Faktor Penyebab Rendahnya Pemanfaataan Potensi Ekonomi Kreatif Disektor Wisata Kuliner Rendang Telur Dikampung Rendang Kota Payakumbuh “ Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Negri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Rendang telur merupakan salah satu variasi kuliner khas dari Kampung Rendang, Kota Payakumbuh, yang memiliki potensi besar untuk mendukung perkembangan sektor Ekonomi Kreatif dan pariwisata kuliner lokal. Namun, meskipun memiliki keunikan dan cita rasa khas, pemanfaatan potensi Ekonomi Kreatif dari rendang telur masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya pemanfaatan potensi Ekonomi Kreatif di sektor wisata kuliner rendang telur di Kampung Rendang, Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan pelaku usaha rendang telur, pemerintah daerah, wisatawan, serta masyarakat lokal, dan dokumentasi dari berbagai sumber. Analisis data dilakukan menggunakan metode Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan potensi Ekonomi Kreatif di sektor wisata kuliner rendang telur. Pertama, kurangnya promosi dan strategi pemasaran yang efektif membuat produk rendang telur kurang dikenal secara luas. Kedua, keterbatasan aksesibilitas dan infrastruktur menuju Kampung Rendang menjadi kendala bagi wisatawan untuk berkunjung. Ketiga, minimnya inovasi dalam pengembangan produk rendang telur menyebabkan daya tarik kuliner ini stagnan dibandingkan produk rendang lainnya. Selain itu, rendahnya dukungan dari pemangku kepentingan dan kurangnya kolaborasi antar pelaku usaha turut menghambat pertumbuhan sektor ini.Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun beberapa pelaku usaha telah mencoba memperkenalkan inovasi seperti varian rasa dan kemasan yang menarik, upaya tersebut belum terkoordinasi dengan baik. Pemerintah daerah perlu memperkuat kebijakan promosi pariwisata kuliner yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mendukung potensi Ekonomi Kreatif di Kampung Rendang.
dc.format Text
dc.language Indonesia
dc.publisher uin mahmud yunus batusangkar
dc.subject.ddc 910.2
dc.subject.ddc 910.2
dc.title Faktor penyebab rendahnya pemanfaatan ekonomi kreatif wisata kuliner rendang telur dikampung rendang kota Payakumbuh
dc.type Skripsi


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1750219761615_1062279_SKRIPSIIII.pdf 1.571Mb application/pdf Lihat / Buka File "Faktor penyebab rendahnya pemanfaatan ekonomi kreatif wisata kuliner rendang telur dikampung rendang kota Payakumbuh"
1750219763499_Febi.jpeg 21.76Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "Faktor penyebab rendahnya pemanfaatan ekonomi kreatif wisata kuliner rendang telur dikampung rendang kota Payakumbuh"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya