Pelaksanaan Tradisi Maambiak Nomor Untuk Walimatul 'Ursy Di Nagari Ranah Pasisie Perspektif Maqashid Al-Syari'ah

Publikasi Unusia

Pelaksanaan Tradisi Maambiak Nomor Untuk Walimatul 'Ursy Di Nagari Ranah Pasisie Perspektif Maqashid Al-Syari'ah

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.author EDO HIRAWAN
dc.date.accessioned 2024-05-03T08:09:07Z
dc.date.available 2024-05-03T08:09:07Z
dc.date.copyright
dc.date.issued 2024-02-13
dc.identifier.isbn NIM:2030201024
dc.identifier.isbn
dc.identifier.issn
dc.identifier.other 02.22400515
dc.identifier.uri
dc.identifier.uri https://drive.usercontent.google.com/download?id=1KDSP5PxkRP42faqIDX7IVce6cdaCJaa5&export=view
dc.identifier.uri http://repo.iainbatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/31475
dc.description.abstract EDO HIRAWAN, NIM. 2030201024 (2024), Judul Skripsi “TRADISI MAAMBIAK NOMOR UNTUK WALIMATUL ‘URSY DI NAGARI RANAH PASISIE PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AH” Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mamhmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah lamanya dibolehkan untuk menyelenggarakan akad nikah bagi kedua calon mempelai apabila ada pihak keluarga perempuan ingin melaksanakan walimatul ‘ursy namun terlambat mengambil nomor antrian untuk mengadakan walimah sehingga mengakibatkan terjadinya hal yang tak diinginkan kepada kedua calon mempelai dalam proses pelaksanaan tradisi maambiak nomor untuk walimatul ‘ursy di Nagari Ranah Pasisie. Tujuan dari Penelitian ini menjelaskan bagaimana perspektif maqashid al-syari’ah terhadap pelaksanaan tradisi maambiak nomor untuk walimatul ‘ursy di Nagari Ranah Pasisie terkhusus di Jorong Pondok. Jenis Penelitian yang Penulis gunakan dalam skripsi ini adalah Penelitian lapangan (field research), yaitu memahami, meggambarkan secara rinci karakteristik terkait pelaksanaan tradisi maambiak nomor untuk walimatul ‘ursy pada masyarakat Nagari Ranah Pasisie terkhusus di Jorong Pondok, dengan melihat fenomena yang terjadi di lapangan. Menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisi data mengadopsi pendekatan analisis data model Miles dan Huberman yang dilakukan melalui beberapa langkah secara interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan kemudian dianalisis dengan teori maqashid al-syari’ah. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu; latar belakang lamanya dibolehkan untuk menyelenggarakan akad nikah yang sehingga mengakibatkan terjadinya hal yang tak diinginkan kepada kedua calon mempelai bukanlah semata-mata diakibatkan oleh pelaksanaan tradisi maambiak nomor, akan tetapi diakibatkan oleh adanya aturan adat lain di Jorong Pondok yang mengatakan bahwa pihak keluarga perempuan yang ingin melaksanakan walimah harus melakukan akad nikah satu hari sebelum melakukan walimah, yang mana jika giliran walimahnya lama maka akad nikahnya pun juga ikut lama, dan dalam proses pelaksanaan tradisi maambiak nomor untuk walimatul ‘ursy ini termasuk golongan ‘urf sahih dikarenakan tidak bertentangan dengan hukum Islam dan menurut pandangan maqashid al-syari’ah pelaksanaan tradisi ini dianggap sudah memenuhi kriteria dari sebuah aturan karena tradisi ini bertujuan untuk memelihara beberapa kemashlahatan masyarakat khususnya masyarakat Jorong Pondok.
dc.format Computer File
dc.language Indonesia
dc.publisher UIN Mahmud Yunus Batusangkar
dc.subject Hukum Islam-Perkawinan
dc.subject.ddc 2x4.3
dc.subject.ddc 2x4.3
dc.title Pelaksanaan Tradisi Maambiak Nomor Untuk Walimatul 'Ursy Di Nagari Ranah Pasisie Perspektif Maqashid Al-Syari'ah
dc.type Skripsi


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1714723748078_HITAM.jpeg 16.93Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "Pelaksanaan Tradisi Maambiak Nomor Untuk Walimatul 'Ursy Di Nagari Ranah Pasisie Perspektif Maqashid Al-Syari'ah"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya