Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | ANALISIS PRAKTIK MEMANCING IKAN SAUNG BAJAGAN DITINJAU DARI PRINSIP-PRINSIP BISNIS ISLAM (Studi di Nagari Koto Gadang Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya) |
| Penulis: | MAULANA ISKHAQ |
| Abstrak: | Maulana Iskhaq, NIM 1930404066. Judul skripsi “Analisis Praktik Memancing Ikan Saung Bajagan Ditinjau Dari Prinsip-Prinsip Bisnis Islam (Studi Di Nagari Koto Gadang Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya)”. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah ketidakpuasan dan perlakuan tidak adil yang muncul di antara para pemancing yang merasa dirugikan dalam memancing ikan. Karena pemancing merasa bahwa mereka telah membayar uang Rp. 30.000 atau Rp. 200.000 yang tidak jelas kuantitas yang mereka terima, terutama jika mereka seringkali gagal mendapatkan ikan dan mereka merasa rugi usaha dan waktu yang mereka luangkan untuk memancing tidak membuahkan hasil. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis praktik memancing ikan dilakukan di Saung Bajagan ditinjau dari prinsip-prinsip bisnis Islam. Jenis penelitian adalah kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang konteks atau fenomena tertentu di lapangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan metode observasi, wawancara (in depth interview) dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion/verification (penarikan simpulan dan verifikasi data). Hasil penelitian praktik memancing ikan di Saung Bajagan diketahui bahwa pemancing melaksanakan model pemancingan ikan hampir semuanya untuk tujuan wisata, hiburan, dan permainan. Secara substantif, pemancingan ikan di kolam dengan tujuan hiburan dan permainan tidak dilarang, namun secara format bentuk perbuatan pemancingan tersebut dilarang karena mengandung unsur perjudian (maysir) dan ketidakpastian (gharar). Walaupun niat memancing untuk hiburan dan wisata adalah baik, namun jika model pemancingannya mengandung unsur perjudian (maysir) dan ketidakpastian (gharar), maka menjadi haram. Unsur maysirnya yaitu para pemancing memperebutkan ikan yang ada dikolam pancingan dengan membayar uang yang sama tetapi hasil yang didapatkan berbeda-beda oleh setiap pemancing. Praktik pemancingan ini mengandung unsur maysir (judi), yaitu keuntungan yang diperoleh sepihak (pemancing atau pemilik kolam). Unsur ghararnya yaitu perihal hasil pancingan ikan, tidak bisa dipastikan bahwa setiap pemancing akan mendapatkan kuantitas ikan dengan uang yang mereka bayarkan. Dengan praktik pemancingan, ikan dimasukan ke dalam kolam pemancingan sesuai perkilogram ikan yang telah dibayar lalu di pancing, disini memancing ikan tanpa jaminan apapun sehingga hasil ikan yang tidak pasti dan penuh spekulasi. |
| URI: |
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/f/batusangkar/652420/SKRIPSI_MAULANA_ISKHAQ_1930404066-compressed.pdf http://repo.iainbatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/31468 |
| Tanggal: | 2024-02-06 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1714635867401_S ... 1930404066-compressed.pdf | 642.3Kb | application/pdf |
Lihat / |
File "ANALISIS PRAKTIK MEMANCING IKAN SAUNG BAJAGAN DITINJAU DARI PRINSIP-PRINSIP BISNIS ISLAM (Studi di Nagari Koto Gadang Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya)" |
| 1714635867838_FEBI.jpeg | 21.76Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "ANALISIS PRAKTIK MEMANCING IKAN SAUNG BAJAGAN DITINJAU DARI PRINSIP-PRINSIP BISNIS ISLAM (Studi di Nagari Koto Gadang Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya)" |