Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | DAMPAK PERNIKAHAN PAKSA TERHADAP KETAHANAN RUMAH TANGGA DI NAGARI SUNGAYANG |
| Penulis: | AMIRAH MARDHIYYAH |
| Abstrak: | Amirah Mardhiyyah, NIM. 2030201005. Judul: “Dampak Pernikahan Paksa Terhadap Ketahanan Rumah Tangga Di Nagari Sungayang”. Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2024. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pemahaman masyarakat terhadap pernikahan paksa di Nagari Sungayang dan apa dampak pernikahan paksa terhadap ketahanan rumah tangga di Nagari Sungayang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman masyarakat terhadap pernikahan paksa di Nagari Sungayang dan dampak yang ditimbulkan dari pernikahan paksa terhadap ketahanan rumah tangga di Nagari Sungayang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiaan lapangan (field research) dengan metode yang digunakan kualitatif, dengan lokasi bertempat di Nagari Sungayang, Jorong Sungayang. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah sembilan pasangan yang melakukan pernikahan secara terpaksa, KUA, orangtua, dan keluarga. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber data Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa: Pertama, pemahaman masyarakat terhadap pernikahan paksa, bahwa pernikahan paksa merupakan suatu pernikahan yang mana dilakukan bukan karena kerelaan melainkan karna paksaan dan dorongan dari pihak lain yang harus dituruti, dan menganggap bahwa perempuan tidak berhak menentukan pilihan terhadap pasangannya karena semua telah ditentukan oleh orangtuanya atau digantikan oleh walinya, jadi kerelaan dari perempuan tidak diperlukan. dalam beberapa kasus masyarakat melaksanakan pernikahan paksa dengan alasan ekonomi, keinginan orangtua, dan pengaruh lingkungan. Kedua: Dampak pernikahan paksa terhadap ketahanan rumah tangga dilihat dari tiga aspek ketahanan keluarga yaitu ketahanan fisik, ketahanan sosial, dan ketahanan psikologis. Yang menimbulkan dampak positif meliputi peningkatan stabilitas finansial keluarga jika pasangan yang dijodohkan memiliki ekonomi yang baik, komunikasi yang baik antar keluarga dan lingkungan yang kondusif, serta terjaganya aspek emosional dan mental pasangan ada kesesuaian. Namun, dampak negatifnya mencakup ketidak bahagiaan dalam pernikahan paksa yang dapat mempengaruhi produktivitas dan karir pasangan, konflik dan kesulitan finansial pasangan tidak memiliki kesesuaian ekonomi, lingkungan yang tidak sehat dan tidak mendukung, serta terjadinya pertengkaran dan masalah psikologis karena ketidak cocokan antara pasangan hingga terjadinya perceraian. |
| URI: |
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/f/batusangkar/654070/SKRIPSII_AMIRA_compressed.pdf http://repo.iainbatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/31452 |
| Tanggal: | 2024-02-13 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1714619554954_SKRIPSII AMIRA_compressed.pdf | 427.0Kb | application/pdf |
Lihat / |
File "DAMPAK PERNIKAHAN PAKSA TERHADAP KETAHANAN RUMAH TANGGA DI NAGARI SUNGAYANG" |
| 1714619583420_HITAM.jpeg | 16.93Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "DAMPAK PERNIKAHAN PAKSA TERHADAP KETAHANAN RUMAH TANGGA DI NAGARI SUNGAYANG" |