Gambaran Resiliensi Anak Asuh di Panti Asuhan

Publikasi Unusia

Gambaran Resiliensi Anak Asuh di Panti Asuhan

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.author , Afrinaldi
dc.contributor.author Dr. Wahidah Fitriani, S Psi, M.Pd
dc.contributor.author Marsal Yunas Muliadi Hasibuan
dc.date.accessioned 2023-06-21T07:07:48Z
dc.date.available 2023-06-21T07:07:48Z
dc.date.copyright
dc.date.issued 2023-06-21
dc.identifier.isbn
dc.identifier.isbn
dc.identifier.issn 2685936X
dc.identifier.uri
dc.identifier.uri https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/XXihYOEIdT89iCcOCZLIMSLKszRUff1W.pdf
dc.description.abstract Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak asuh yang dimasukkan ke panti asuhan dengan memiliki orangtua lengkap namun karena masalah finansial mereka harus hidup di panti asuhan dan tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtua, dan mendapatkan stresor tambahan yaitu ejekan dari teman sehingga anak merasa terpukul, mudah marah dan berpikir irasional terhadap lingkungannya.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan resiliensi anak asuh dan faktor yang mendukung terbentuknya resiliensi anak asuh di panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif pengumpulan data dalam penelitian ini penulis memperoleh melalui observasi dan wawancara. Pada penelitian ini menggunakan 8 orang informan kunci yaitu anak asuh dan 1 orang informan pendukung yaitu ibu asuh. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan untuk keabsahan data penulis menggunakan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi anak asuh di Panti Asuhan Hanifa 3 Kampung Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam dilihat dari tujuh aspek kemampuan resiliensi yang diteliti terdapat lima hasil kemampuan resiliensi yang dipenuhi oleh anak asuh yaitu optimisme, self efficacy, analisis kausal, empati, reaching out (pencapaian) dan ada satu orang anak asuh yang memenuhi ketujuh aspek individu yang resilien yaitu regulasi emosi, impulse control, optimisme, self efficacy, empati dan reaching out. aspek yang belum terpenuhi dengan baik adalah kemampuan regulasi emosi dan impulse control. Selanjutnya pada faktor yang mendukung resiliensi anak asuh ada tiga yaitu budaya, dukungan sosial, spiritual dari faktor tersebut mayoritas anak asuh menjalankan dengan baik dengan mengambil nilai-nilai dari budaya seperti tutur bahasa dan cara bersikap, dari dukungan sosial seperti meneruskan pendidikan, menjalankan informasi yang diberikan untuk menjadikan diri lebih berkualitas, dan pada faktor terakhir anak asuh memiliki kepercayaan dengan Tuhan (Allah) sebagai penolong dari kesulitan hidup.
dc.format Computer File
dc.language Indonesia
dc.publisher Jurnal Pendidikan dan Konseling
dc.title Gambaran Resiliensi Anak Asuh di Panti Asuhan
dc.type e-Jurnal


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1687331268618_24a.pdf 251.5Kb application/pdf Lihat / Buka File "Gambaran Resiliensi Anak Asuh di Panti Asuhan"
1687331328437_24b.pdf 1.891Mb application/pdf Lihat / Buka File "Gambaran Resiliensi Anak Asuh di Panti Asuhan"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya