Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEHARUSAN MENGAKU MAMAK UNTUK PERNIKAHAN (Studi Kasus di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh) |
| Penulis: | Muhammad Iqbal |
| Abstrak: | ABSTRAK Muhammad Iqbal NIM. 1830201050, Judul Skripsi: Tinjauan Hukum Islam Terhadap Keharusan Mengaku Mamak Untuk Pernikahan (Studi Kasus Di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh ). Jurusan Ahwal Al- Syakhshiyyah Universitas Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah ketentuan tinjauan hukum Islam terhadap keharusan mengaku mamak untuk pernikahan studi kasus di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menjelaskan proses mengaku mamak bagi pasangan yang akan menikah di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh. Lalu mendeskripsikan tinjauan Hukum Islam terhadap keharusan mengaku mamak untuk pernikahan di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh. Kemudian untuk menganalisis dampak peran niniak mamak sebelum pernikahan di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuah menurut hukum Islam . Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap responden yaitu pemuka adat, alim ulama dan orang yang melakukan pelanggaran adat tersebut. Setelah pengumpulan data diperoleh lalu penulis menganalisis secara deskriptif kualitatif agar data dipahami, lokasi penelitian ini bertempat di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa keberadaan aturan keharusan mengaku mamak untuk pernikahan oleh masyarakat Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh untuk orang pendatang adalah suatu kearifan lokal dan proses mengaku mamak bagi pasangan yang akan menikah di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh sesuai dalam aturan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Gunuang Rajo, BAB IV pasal 3 Tahun 2003 tentang tatacara hinggok mancakam tabang basitumpu atau malakok ka Pangulu yang bunyinya: membayar setengah emas untuk administrasi KAN, membayar seperempat emas untuk anggun-anggun yang diserahkan kepada pangalu yang hadir dalam serah terima kedua belah pihak, membayar seperempat emas untuk isi jujuangan bundo kanduang, lalu peran ninik mamak sebelum pernikahan di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuah sangat berperan penting terhadap anak kemanakannya, karena mengayomi dan membimbing anak kemanakannya dari sebelum acara pernikahan sampai setelah acara pernikahan berakhir, dan peran ninik mamak tersebut yaitu: memilih calon pasangan untuk anak kemanakannya, mengurus surat keterangan nikah ( model N1) ke kantor Wali Nagari, dan hadir pada saat akad nikah. Kemudian dampak peran ninik mamak sebelum pernikahan di Nagari Gunuang Rajo ditinjau menurut hukum Islam bukan suatu perbuatan yang menghalangi orang untuk sebuah pernikahan. Namun tujuan aturan ini dibuat adalah untuk mengatur supaya anak kemanakan dari mamak yang ada Nagari Gunuang Rajo betul-betul memahami aturan adat yang membawa kepada kebahagiaan dalam pernikahan sehingga pelaksanaan mengaku mamak sebelum pernikahan di Nagari Gunuang Rajo ditinjau oleh hukum Islam itu termasuk kategori kepada al-adha shahih atau al- urf shahih. |
| URI: |
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/tTBnlmuU4tEAhr8rasCBTbMJogaNqCI.pdf |
| Tanggal: | 2022-08-15 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1660636467757_M. Iqbal.pdf | 0byte | application/pdf |
Lihat / |
File "TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEHARUSAN MENGAKU MAMAK UNTUK PERNIKAHAN (Studi Kasus di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh)" |
| 1672300776779_skripsi M. Iqbal.pdf | 1.580Mb | application/pdf |
Lihat / |
File "TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEHARUSAN MENGAKU MAMAK UNTUK PERNIKAHAN (Studi Kasus di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh)" |
| 1672300777726_black.jpg | 428.7Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEHARUSAN MENGAKU MAMAK UNTUK PERNIKAHAN (Studi Kasus di Nagari Gunuang Rajo Kecamatan Batipuh)" |