TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UPACARA TEPUK TEPUNG TAWAR DALAM PERKAWINAN ADAT MELAYU (Studi kasus di Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai)

Publikasi Unusia

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UPACARA TEPUK TEPUNG TAWAR DALAM PERKAWINAN ADAT MELAYU (Studi kasus di Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai)

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UPACARA TEPUK TEPUNG TAWAR DALAM PERKAWINAN ADAT MELAYU (Studi kasus di Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai)
Penulis: SINTA PUTRI RAMADHAN
Abstrak: Sinta Putri Ramadhan, NIM 1830201069. Judul Skripsi: “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Upacara Tepuk Tepung Tawar Dalam Perkawinan Adat Melayu (Studi Kasus di Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai)”. Jurusan Ahwal Al Syakhshiyyah. Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana prosesi tepuk tepung tawar dalam perkawinan adat melayu di Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap tradisi tepuk tepung tawar dalam perkawinan adat melayu. tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan prosesi tepuk tepung tawar dalam perkawinan adat melayu di kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota, dan untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap tradisi tepuk tepung tawar dalam perkawinan adat melayu. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (Field Research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa prosesi tepuk tepung tawar dilaksanakan melalui empat tahapan yang dilakuakn dirumah mempelai perempuan. Pertama, iringan pantun yang dibawakan oleh pembawa pantun yang disertai dengan memanggil penepuk tepung tawar. Kedua, calon pengantin duduk diatas pelaminan ditempat terpisah sambil mengadahkan kedua telapak tangan diatas pangkuannya. Ketiga, pemberian ramuan satu persatu kepada penepuk tepung tawar untuk ditaburkan kecalon pengatin dimulai dari arah kanan ke kiri dan diirngi bacaan shalawat beserta doa-doa. Keempat, penepuk tepung tawar mengoleskan bedak dingin kedua tangan calon mempelai, dan ditutup dengan ucapan terimakasih calon pengantin dengan cara mencium tangan penepuk tepung tawar tersebut. Tinjauan hukum Islam terhadap tradisi tepuk tepung tawar merupakan suatu kebiasaan yang tergolong kepada ‘urf fasid karena mengandung kesyirikan. Berupa pemaknaan terhadap bahan-bahan yang digunakan dan rangkaian prosesi. Berdasarkan hal itu maka tradisi ini juga tidak sesuai dengan kaidah Al-‘adatu muhakkamah.
URI:
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/Iqju9ExpMvofJaigtafkVyVH7vFuZW3g.pdf
Tanggal: 2022-08-15


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1660636438922_S ... ri Ramadhan 1830201069.pdf 459.5Kb application/pdf Lihat / Buka File "TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UPACARA TEPUK TEPUNG TAWAR DALAM PERKAWINAN ADAT MELAYU (Studi kasus di Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai)"
1672364411175_black.jpg 428.7Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UPACARA TEPUK TEPUNG TAWAR DALAM PERKAWINAN ADAT MELAYU (Studi kasus di Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai)"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya