Relasi Isteri Bekerja Dengan Meningkatnya Kasus Perceraian di Kabupaten Sijunjung perspektif Hukum Keluarga Islam

Publikasi Unusia

Relasi Isteri Bekerja Dengan Meningkatnya Kasus Perceraian di Kabupaten Sijunjung perspektif Hukum Keluarga Islam

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Relasi Isteri Bekerja Dengan Meningkatnya Kasus Perceraian di Kabupaten Sijunjung perspektif Hukum Keluarga Islam
Penulis: NORI BAHAR
Abstrak: Nori Bahar, NIM. 1802062008. Judul Tesis: Relasi Isteri Bekerja Dengan Meningkatnya Kasus Perceraian di Kabupaten Sijunjung perspektif Hukum Keluarga Islam Program Studi Hukum Keluarga Islam Program Pascasarjana IAIN Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Tesis ini yaitu relasi istri bekerja, dasar dan alasan serta dampak dan analisa hukum keluarga Islam terhadap meningkatnya angka perceraian di kabupaten Sijunjung. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan serta mengalisa relasi isteri bekerja dampak dan analisa hukum keluarga Islam terhadap meningkatnya kasus perceraian di KabupatenSijunjung. Jenis Penelitian ini bersifat (field research), menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Tekhnik pengumpulan Data wawancara, dan dokumen. Sumber data primer adalah Para Hakim, Tokoh adat dan agama di Kabupaten Sijunjung, serta sumber data sekunder dokumen-dokumen yang berkaitan dengan masalah penelitian. Tekhnik Analisa Data dalam menguji keabsahan data adalah teknik tringulasi yang berasal dari sumber, waktu. . Hasil penelitian ini menunjukkan ‎ada dua bentuk relasi suami istri berdasarkan pembagian kerja di wilayah domestic dan publik, yaitu berdasarkan kemampuan dan keahlian seseorang dan dilakukan secara fleksibel. Dampak yang muncul dari isteri bekerja kurangnya waktu untuk keluarga, perhatian terhadap suami dan anak kurang, kewajiban selaku isteri dan ibu terkurang dengan banyaknya waktu utuk bekerja, terjadinya selingkuh, suami berlaku poligami, dan KDRT. Analisa dalam hukum Keluarga Islam adalah adanya pola pemenuhan nafkah keluarga dapat dikelola bersama. Fungsi dan peran bisa dilakukan berdasarkan musyawarah baik yang bersifat Publik maupun yang bersifat domestic. Dalam hukum keluarga Islam telah menentukan sebagaimana terdapat dalam KHI pasal 79 ayat 1 tentang Suami adalah kepala keluarga, Hak dan kewajiban suami isteri. Jadi yang diinginkan supaya isteri yang berkerja ini tidak terjadinya perceraian perlu diperhatikan adalah; adanya batasan karier yang dilakukan oleh isteri, perlunya izin suami, dalam artian isteri juga taat pada suami, taat pada suami bukanlah suatu aib dan hina bahkan mulia. Tidak menjadi persoalan bagi seorang wanita yang ingin bekerja diluar rumah untuk mengembangkan kariernya, selama ia menjaga batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh syari‟at, adanya dukungan dari keluarga serta tentunya izin dari suaminya, karena bagi seorang wanita keluarga adalah hal yang utama. Dari hasil penelitian diatas dapat dipahami bahwa penulis sarankan bagi pasangan suami isteri yang bekerja, hendaknya sesuai dengan kesepakatan dan saling berkomunikasi dalam hal pembagian kerja atau tugas masing-masing.
URI:
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/batusangkar/f/batusangkar/Bojl8ugPFlAZW4UgNxnoytvkfWDFRd.pdf
Tanggal: 2022-02-15


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1652950011761_TESIS NORI BAHAR Print Akhir.pdf 0byte application/pdf Lihat / Buka File "Relasi Isteri Bekerja Dengan Meningkatnya Kasus Perceraian di Kabupaten Sijunjung perspektif Hukum Keluarga Islam"
1690964436100_Tesis Nori Bahar.pdf 3.638Mb application/pdf Lihat / Buka File "Relasi Isteri Bekerja Dengan Meningkatnya Kasus Perceraian di Kabupaten Sijunjung perspektif Hukum Keluarga Islam"
1690964436710_MERAH.jpeg 15.24Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "Relasi Isteri Bekerja Dengan Meningkatnya Kasus Perceraian di Kabupaten Sijunjung perspektif Hukum Keluarga Islam"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya