Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | Pagang Gadai BUMNAG Cubadak Sakato Menurut Hukum Ekonomi Syariah |
| Penulis: | INDAH TRI RAHAYU |
| Abstrak: | ABSTRAK INDAH TRI RAHAYU, NIM 1730202023, Judul Skripsi: “Pelaksanaan Pagang Gadai BUMNAG Cubadak Sakato Menurut Hukum Ekonomi Syariah”, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, 2022. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah pelaksanaan pagang gadai BUMNAG Cubadak Sakato menurut Hukum Ekonomi Syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan pagang gadai di BUMNAG Cubadak Sakato dan untuk menganalisis pelaksanaan akad pagang gadai di BUMNAG Cubadak Sakato dalam hal bagi hasil menurut Hukum Ekonomi Syariah. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research). Sumber data terdiri dari sumber data primer yaitu dari Direktur Utama BUMNAG Cubadak Sakato serta jajarannya (bendahara BUMNAG) dan penggadai. Sedangkan data sekundernya yaitu penerima gadai pertama, niniak mamak atau tokoh masyarakat dan pemerintahan Nagari, serta dokumen-dokumen BUMNAG Cubadak Sakato berupa surat pagang gadai, dokumen perencanaan kerja BUMNAG serta dokumen provil Nagari Cubadak yang ada hubungannya dengan penelitian ini, yang dapat memberikan informasi atau data tambahan untuk memperkuat data primer. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengelolaan data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa Pelaksanaan pagang gadai di BUMNAG Cubadak Sakato baru dilakukan kepada oleh satu orang penggadai saja karena keterbatasan dana. Dalam ketentuan pagang gadai ini, sawah yang digadaikan tetap dikelola dan dimanfaatkan oleh pemilik sawah. Penggadai wajib memberikan bagi hasil panen sawah yang didapatkan dengan cara dibagi dua antara penggadai dengan BUMNAG diluar dari upah-upah serta mengansur hutangnya sesuai dengan kemampuan penggadai, tanpa adanya batas tempo waktu dalam pembayarannya. Menurut Hukum Ekonomi Syariah pelaksanaan akad Pagang gadai di BUMNAG Cubadak Sakato dalam hal bagi hasil yang dilakukan antara rahin dan murtahin (BUMNAG) tidak dibolehkan, karena tidak sesuai dengan teori rahn dalam Hukum Ekonomi Syariah. Akibat dari pagang gadai di BUMNAG Cubadak Sakato adalah munculnya akad utang piutang, sehingga bagi hasil yang didapatkan dari pemanfaatan hutang piutang oleh BUMNAG termasuk kedalam kategori riba. |
| URI: |
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/MbrjPlXCJn73HsKL11Kcb8cR3kVYS06y.pdf |
| Tanggal: | 2022-02-16 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1652949727364_S ... OKEEEEE_compressed (1).pdf | 0byte | application/pdf |
Lihat / |
File "Pagang Gadai BUMNAG Cubadak Sakato Menurut Hukum Ekonomi Syariah" |
| 1659586791431_SKRIPSIIIIIII.pdf | 1.088Mb | application/pdf |
Lihat / |
File "Pagang Gadai BUMNAG Cubadak Sakato Menurut Hukum Ekonomi Syariah" |
| 1659586792756_black.jpg | 428.7Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "Pagang Gadai BUMNAG Cubadak Sakato Menurut Hukum Ekonomi Syariah" |