Praktek maompang sawah di jorong andaleh nagari andaleh baruh bukik kecamatan sungayang kabupaten tanah datar menurut fikih muamalah

Publikasi Unusia

Praktek maompang sawah di jorong andaleh nagari andaleh baruh bukik kecamatan sungayang kabupaten tanah datar menurut fikih muamalah

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Praktek maompang sawah di jorong andaleh nagari andaleh baruh bukik kecamatan sungayang kabupaten tanah datar menurut fikih muamalah
Penulis: SELFITRI DELI
Abstrak: ABSTRAK SELFITRI DELI, NIM. 15301300059. Judul Skripsi “PRAKTEK MAOMPANG SAWAH DI JORONG ANDALEH NAGARI ANDALEH BARUH BUKIK KECAMATAN SUNGAYANG KABUPATEN TANAH DATAR MENURUT FIKIH MUAMALAH”, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2022. Latar belakang masalah dari penelitian ini adalah adanya praktek kerjasama pertanian antara penggarap dengan pemilik lahan di Jorong Andaleh yang dikenal dengan istilah maompang sawah , dimana maompang sawah ini dilakukan pada saat maso pandiaman yang berlangsung sebelum menanam padi. Maso pandiaman berlangsung selama 40 hari yang mana bibit berasal dari penggarap. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana praktek maompang sawah di Jorong Andaleh Nagari Andaleh Baruh Bukik, serta untuk mengetahui pandangan fikih muamalah terhadap praktek maompang sawah di Jorong Andaleh Nagari Andaleh Baruh Bukik. Metode penelitian yang penulis lakukan adalah jenis penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian ini dilaksanakan di Jorong Andaleh Nagari Andaleh Baruh Bukik yang berlangsung selama Desember 2020 sampai Januari 2022, sumber data langsung di peroleh dari penggarap, pemilik lahan di Jorong Andaleh Nagari Andaleh Baruh Bukik, serta berpedoman juga kepada buku dan karya ilmiah yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi awal, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari segi pemanfaatan waktu, penggarap menggunakan lahan melebihi waktu maso pandiaman, dimana waktu pandiaman hanya 40 hari, sedangkan penggarap mengolah lahan lebih 40 hari, dilihat dari segi bagi hasil ada penggarap yang memberi uang kepada pemilik lahan sebagai tanda terimakasih dan ada yang tidak. Menurut fikih muamalah praktek maompang sawah yang terjadi di Jorong Andaleh tidak sah karena adanya pelanggaran akad dan tidak terpenuhinya syarat dari mukhabarah yaitu syarat yang berkaitan dengan waktu pemakaian lahan dan pembagian hasil dari tanaman tersebut, sehingga akad tersebut menjadi fasid (rusak). karena pemanfaatan waktu pemakaian melebihi kesepakatan pada saat akad serta ketidak jelasan pembagian hasil antara penggarap dan pemilik lahan yang membuat salah satu pihak dirugikan. Maka adat dan kebiasaan yang salah adalah menghalakan yang haram dan mengharamkan yang halal.
URI:
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/occinlnmR0Rpncn5shr4YGA1rSgTuV.pdf
Tanggal: 2022-02-16


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1652949692689_P ... onversi-dikompresi (1).pdf 531.8Kb application/pdf Lihat / Buka File "Praktek maompang sawah di jorong andaleh nagari andaleh baruh bukik kecamatan sungayang kabupaten tanah datar menurut fikih muamalah"
1660637463806_black.jpg 428.7Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "Praktek maompang sawah di jorong andaleh nagari andaleh baruh bukik kecamatan sungayang kabupaten tanah datar menurut fikih muamalah"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya