Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | FENOMENA PERNIKAHAN DI BAWAH TANGAN PASCA PERCERAIAN DI BAWAH TANGAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KELURAHAN BALAI PANJANG KOTA PAYAKUMBUH) |
| Penulis: | ARRAHMI FANIA RISKA |
| Abstrak: | ARRAHMI FANIA RISKA, NIM 1730201004, Judul skripsi “Fenomena Pernikahan di Bawah Tangan Pasca Perceraian di Bawah Tangan Perspektif Hukum Islam Studi Kasus Di Kelurahan Balai Panjang Kota Payakumbuh” Jurusan Ahwal Al-Syakhsyiyyah Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (Iain) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pelaksanaan pernikahan di bawah tangan pasca perceraian di bawah tangan , bagaimana dampak pernikahan di bawah tangan pasca perceraian di bawah tangan dan bagaimana perspektif Hukum Islam terhadap pernikahan di bawah tangan pasca perceraian di bawah tangan. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan pernikahan di bawah tangan pasca perceraian di bawah tagan di Kelurahan Balai Panjang Kota Payakumbuh, dan bagaimana dampak pernikahan di bawah tangan pasca perceraian di bawah tangan di Kelurahan Balai Panjang Kota Payakumbuh, kemudian bagaimana perspektif Hukum Islam terhadap pernikahan di bawah tangan pasca perceraian di bawah tangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi.Sumber data primer diantaranya,Niniak mamak, masyarakat yang melakukan pernikahan di bawah tangan pasca perceraian di bawah tangan beserta pihak keluarga dan sumber data sekunder yaitu dokumen-dokumen terkait seperti dokumentasi, catatan pembukuan, buku-buku fikih munakahat serta karya ilmiah lainnya yang mendukung penulisan skripsi penulis, adapun teknik analisis data adalah deskriptif analisis metode penelitian untuk untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, dan setelah itu di simpulkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pernikahan dibawah tangan pasca perceraian di bawah tangan dilakukan dengan perceraian yang di lakukan hanya berupa uacapan talak yang diucapkan suami kepada istri dan tidak menyelesaikan perceraian tersebut kepengadilan agama, kemudian melakukan pernikahan kedua dengan pernikahan dibawah tangan. Dampak yang di peroleh dari pernikahan di bawah tangan pasca perceraian dibawah tangan yaitu istri dan anak tidak mendapatkan nafkah, adanya dampak sosial dan dampak psikologis terhadap anak. kemudian dampak dari pernikahan di bawah tangan yaitu sulit mengurus data kependudukan. Perspektif hukum Islam terhadap pernikahan di bawah tangan pasca perceraian di bawah tangan bahwa perceraian dan pernikahan yang di lakukan merupakan subhat karena perceraian tersebut terdapat kekurang jelasan tentang perceraian tersebut karena kurang jelas status hukumnya. |
| URI: |
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/oe1g8LyJpGdvyIDZaOqvfzYaN22PMG.pdf |
| Tanggal: | 2022-02-16 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1652949631904_A ... 1730201004-dikompresi.pdf | 698.1Kb | application/pdf |
Lihat / |
File "FENOMENA PERNIKAHAN DI BAWAH TANGAN PASCA PERCERAIAN DI BAWAH TANGAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KELURAHAN BALAI PANJANG KOTA PAYAKUMBUH)" |
| 1660637422797_black.jpg | 428.7Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "FENOMENA PERNIKAHAN DI BAWAH TANGAN PASCA PERCERAIAN DI BAWAH TANGAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KELURAHAN BALAI PANJANG KOTA PAYAKUMBUH)" |