Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | ANALISIS IDEE DES RECHT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERKARA WANPRESTASI AKAD MURABAHAH (Studi Kasus Perkara Nomor 30/Pdt.G/2017/PA.Bkt. dan 260/Pdt.G/2017/PA. Bkt. Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas I.B) |
| Penulis: | Muslimin |
| Abstrak: | Muslimin, NIM 2002021014. Judul Tesis: “Analisis Idee Des Recht Dalam Penyelesaian Sengketa Perkara Wanprestasi Akad Murabahah (Studi Kasus Perkara Nomor 30/Pdt.G/2017/PA.Bkt. Dan 260/Pdt.G/2017/PA. Bkt. Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas I.B)” Program Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam tesis ini adalah mengenai bagaiman dasar pertimbangan hukum majelis hakim terhadap putusan Pengadilan Agama Bukittinggi No. 30/Pdt.G/2017/PA.Bkt, dan No 260/Pdt.G/2017/PA. Bkt., putusan Pengadilan Tinggi Agama Padang No. 17/Pdt.G/2018/PTA.Pdg., dan Putusan Mahkamah Agung No. 191 K/Ag/2019 dan bagaimana tinjauan idee des recht terhadap pertimbangan hukum majelis hakim pada tiap-tiap putusan tersebut. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian hukum normatif, yang berbentuk deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik dokumentasi. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan pengolahan bahan hukum dengan cara editing, reconstucting, sistematis dan concluding. Hasil dari penelitian ini adalah Pertama mengenai yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan hukum baik putusan Pengadilan Agama Bukittinggi No. 30/Pdt.G/2017/PA.Bkt, dan No. 260/Pdt.G/2017/PA. Bkt., putusan Pengadilan Tinggi Agama Padang No. 17/Pdt.G/2018/PTA.Pdg, maupun putusan Mahkamah Agung No 191 K/Ag/2019. Hakim menggunakan berbagai macam jenis alat pertmbangan hukum yaitu : Al-Qur’an, Hadist, akad pembiayaan Al-Murabahah No. 150.008804/MRH/LX/27112014. Selanjutnya aturan-aturan hukum positif yang berlaku yaitu : KUHPerdata, HIR, R.Bg, Rv, Undang-undang, SEMA, PERMA, KHI, Fatwa DSN-MUI dan Yurisprudensi. Kemudian alat-alat bukti yang terkait dengan sengketa tersebut yaitu : akta otentik, pengakuan para pihak, keterangan saksi-saksi dalam persidangan dan pemeriksaan lapangan (decente). kemudian juga terdapat ijtihad hakim mengenai pertimbangan hukum tertentu. Kedua mengenai tujuan ajar cita hukum (idee des recht) yaitu keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan belum maksimal terkandung dalam setiap poin-poin pertimbangan hukum hakim dalam perkara ini. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor yaitu : 1) kurang telitinya hakim dalam memformulasikan tiga unsur cita hukum tersebut dalam pertimbangan hukum 2) karena regulasi hukum yang bermasalah yaitu adanya kekosongan hukum dan terlalu banyaknya regulasi yang terkait sehingga tumpang tindih dalam penyelesaian sengketa wanprestasi akad murabahah secara litigasi, 3) tidak diperbaikinya setiap poin pertimabangan hukum dalam menjamin terealisasinya tujuan cita hukum secara komprehenshif oleh putusan tingkat banding maupun pada tingkat kasasi terhadap putusan judex facti. Atas dasar itu putusan ini masih belum maksimal dalam mewujudkan putusan yang berkualitas dan berintegrita dengan mengandung tiga unsur cita hukum (idee des recht) yaitu keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan. |
| URI: |
https://ecampus.uinmybatusangkar.ac.id/batusangkar/f/batusangkar/285273/Tesis_Muslimin_20_0202_1014_pdf_compressed.pdf |
| Tanggal: | 2022-02-16 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1652949592371_T ... 02 1014 pdf_compressed.pdf | 748.6Kb | application/pdf |
Lihat / |
File "ANALISIS IDEE DES RECHT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERKARA WANPRESTASI AKAD MURABAHAH (Studi Kasus Perkara Nomor 30/Pdt.G/2017/PA.Bkt. dan 260/Pdt.G/2017/PA. Bkt. Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas I.B)" |