Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | Analisis Terhadap Praktek Balimbeh Hari Dalam Penggarapan Sawah di Jorong Baing Nagari Guguak Malalo Dalam Perspektif Fiqh Muamalah |
| Penulis: | ZIS SARAFI |
| Abstrak: | ABSTRAK ZIS SARAFI, Nim 1730202065 judul skripsi Analisis terhadap Praktik balimbeh hari dalam Penggarapan Sawah di Jorong Baing Nagari Malalo dalam Perspektif Fikih Muamalah, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Tahun 2021 Pokok permasalahan skripsi ini bagaimana bentuk praktek pelaksanaan balimbeh hari dalam penggarapan sawah di Jorong Baing Nagari Guguak Malalo, serta bagaimana tinjauan fiqih muamalah terhadap praktek balimbeh hari dalam penggarapan sawah di Jorong Baing Nagari Guguak Malalo. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research). Metode penelitian ini dengan pendekatan kualitatif deskriptif terkait sistem kerja balimbeh hari dalam penggarapan sawah. Sumber data orang yang terlibat dalam balimbeh hari ada yaitu pemilik sawah yang melakukan balimbeh hari, sedangkan data sekunder dari masyarakat setempat. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini / praktek penggarapan sawah dengan sistem balimbeh hari di Jorong Baing dilakukan dengan cara mengganti/membalas pekerjan di sawah orang/teman balimbeh hari. Artinya pemilik sawah akan bekerja di sawah orang yang telah bekerja di sawahnya. Dalam balimbeh hari, ada yang bekerja tidak sampai satu hari sebagaimana orang lain telah bekerja di sawahnya dalam satu hari, yaitu berupa setengah hari, lalu besoknya kembali bekerja namun hitungan besoknya itu yang setengah hari diberi uang kerja senilai Rp. 35.000, bukan sebagai balasan pekerjaannya yang mana orang lain telah bekerja di sawahnya. Tinjauan Fikih muamalah terhadap praktik balimbeh hari terkait satu hari pekerjaan kemudian dibayar atau diganti dengan setangah hari senilai Rp 35.000., Oleh karena itu dalam praktik ini ada ketidakjelasan dalam menggantikan ukuran bekerja satu hari itu. Jika pekerjaan satu hari dibayar atau diganti setengah hari atas dasar kerelaan oleh pemilik sawah itu maka itu dibolehkan. Jadi, praktek upah mengupah dalam sistem balimbeh hari tidak sesuai dengan hukum islam atau fiqih muamalah karena di dalamnya terdapat unsur gharar, selain itu aspek mudharatnya lebih besar dirasakan oleh pekerja atau buruh tani dari pada kemashlahatannya. |
| URI: |
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/TLb34tP4FkSVNvTu0WJiSgmfsp5x6NDA.pdf |
| Tanggal: | 2022-02-16 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1652949570292_ZIS Skripsi-dikonversi.pdf | 834.1Kb | application/pdf |
Lihat / |
File "Analisis Terhadap Praktek Balimbeh Hari Dalam Penggarapan Sawah di Jorong Baing Nagari Guguak Malalo Dalam Perspektif Fiqh Muamalah" |
| 1659942431164_black.jpg | 428.7Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "Analisis Terhadap Praktek Balimbeh Hari Dalam Penggarapan Sawah di Jorong Baing Nagari Guguak Malalo Dalam Perspektif Fiqh Muamalah" |