Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | TRADISI TALAM AMPEK DALAM WALIMATUL 'URS DI NAGARI BALAI TANGAH KECAMATAN LINTAU BUO UTARA KABUPATEN TANAH DATAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM |
| Penulis: | INTAN KURNIA |
| Abstrak: | ABSTRAK Intan Kurnia. NIM 1630201025 (2022). Judul Skripsi: “TRADISI TALAM AMPEK DALAM WALIMATUL ‘URS DI NAGARI BALAI TANGAH KECAMATAN LINTAU BUO UTARA KABUPATEN TANAH DATAR DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM”. Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah bagaimana proses pelaksanaan tradisi talam ampek di Nagari Balai Tangah Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi talam ampek di Nagari Balai Tangah Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan talam ampek di Nagari Balai Tangah Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar dan untuk menganalisis pendangan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi talam ampek di Nagari Balai Tangah Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar. Adapun jenis penelitian yang digunakan oleh penulis berupa penelitian lapangan atau (field research), guna mendapatkan data dari permasalahan yang diteliti dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Sedangkan, pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif yang diuraikan serta melakukan klarifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat efektiff. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa setelah melakukan perkawinan atau ijab kabul kemudian melaksanakan walimatu ‘urs di Nagari Balai Tangah ada lagi aturan adat yang harus dijalankan yaitu melaksanakan tradisi Talam Ampek. Pelaksanaan talam ampek ini sangat diperlukan, karena masyarakat menganggap adanya nilai-nilai kebaikan dan kemaslahatan, di antaranya saling harga menghargai, tegur sapa, bagi pihak laki-laki akan menjadi sumando dan dibawa sahilia samudiak dan akan diikut sertakan dalam musyawarah, apapun yang ada di Nagari Balai Tangah, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, sedangkan bagi pihak perempuan akan menjadi pabisan di dalam Nagari Balai Tangah Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar. Adapun dampak apabila pasangan tersebut tidak mau melaksanakan talam ampek maka terdapat larangan bagi pasangan suami istri yang telah menikah, untuk sahilia samudiak atau untuk jalan-jalan berduaan. Sedangkan dalam hukum Islam pelaksanaan talam ampek yang terjadi di Nagari Balai Tangah tersebut pada dasarnya adalah masuk kepada kategori sesuatu yang baik meskipun tidak diperintah secara tegas karena untuk kemaslahatan bersama ditengah-tengah masyarakat dengan adanya nilai-nilai kebaikan dan kemaslahatan. Oleh karena itu, tradisi talam ampek sebelum walimatul ‘urs di Nagari Balai Tangah tergolong kepada Maslahah Mursala |
| URI: |
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/0rEKO83Eoseapn7hvKbSu72DsXnHMgkz.pdf |
| Tanggal: | 2022-02-16 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1652949550958_FILE SKRIPSI PDF-dikompresi.pdf | 509.9Kb | application/pdf |
Lihat / |
File "TRADISI TALAM AMPEK DALAM WALIMATUL 'URS DI NAGARI BALAI TANGAH KECAMATAN LINTAU BUO UTARA KABUPATEN TANAH DATAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM" |
| 1660098866561_perpus.pdf | 1.081Mb | application/pdf |
Lihat / |
File "TRADISI TALAM AMPEK DALAM WALIMATUL 'URS DI NAGARI BALAI TANGAH KECAMATAN LINTAU BUO UTARA KABUPATEN TANAH DATAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM" |
| 1660098867887_black.jpg | 428.7Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "TRADISI TALAM AMPEK DALAM WALIMATUL 'URS DI NAGARI BALAI TANGAH KECAMATAN LINTAU BUO UTARA KABUPATEN TANAH DATAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM" |