Kebermaknaan Hidup Bagi Narapidana Yang Belum Menikah Di Rumah Tahanan Kelas II B Batusangkar

Publikasi Unusia

Kebermaknaan Hidup Bagi Narapidana Yang Belum Menikah Di Rumah Tahanan Kelas II B Batusangkar

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Kebermaknaan Hidup Bagi Narapidana Yang Belum Menikah Di Rumah Tahanan Kelas II B Batusangkar
Penulis: LARAS HAKIMI
Abstrak: ABSTRAK LARAS HAKIMI, NIM 1730306014, dengan judul skripsi “KEBERMAKNAAN HIDUP BAGI NARAPIDANA YANG BELUM MENIKAH DI RUTAN KELAS IIB BATUSANGKAR”.Jurusan Psikologi Islam Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah Institut Agama Islan Negeri (IAIN) Batusangkar, tahun Akademik 2020/2021. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah apakah seorang narapidana yang belum menikah memiliki makna hidup, karena makna hidup adalah tujuan seseorang yang ingin dicapainya dalam kehidupan dan apakah menjadi narapidana yang belum menikah responden memiliki makna hidup.Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menjelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi kebermaknaan hidup narapidana yang belum menikah serta untuk mengetahui dimensi kebermaknaan hidup narapidana yang belum menikah. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek yang penulis gunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 narapidana yang belum menikah di Rutan Kelas IIB Batusangkar. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui dokumentasi dan wawancara (interviews), pengelolaan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan dan diperjelas aspek-aspek tertentu dari masalah dan dijelaskan melalui kalimat-kalimat yang efektif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kebermaknaan hidup narapidana yang belum menikah dilihat dari terpenuhinya dimensi kebermaknaan hidup yang mana ketiga responden dapat mencapai tahap-tahap dari kebermaknaan hidup. Ketiga responden mencapai makna hidupnya setelah melalui proses-proses yang terdiri dari tahap penderitaan atau penderitaan, tahap penerimaan diri, tahap perubahan sikap, tahap menemukan makna hidup, tahap keikatan diri, dan tahap kehidupan yang bermakna responden lebih menghargai nilai-nilai penghargaan yaitu dengan menjadikan keluarga sebagai tujuan hidupnya. Apresiasi ini diwujudkan secara berbeda oleh ketiga responden. Pada responden pertama dan ketiga, N dan R memilih mengarahkan makna hidup mereka menjadi orang yang taat kepada Tuhan dan membanggakan orang tua, responden kedua, SE memilih mengarahkan makna hidupnya bagi keluarga dan pendidikannya.
Deskripsi: Kata Kunci : Kebermaknaan Hidup, Narapidana yang Belum Menikah Referensi :
URI: https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/batusangkar/AmbilLampiran?d=Mewn8%2BNMWck%2Fua5vJ2qAZ2JTJRtQRDaz1zBcQdHa%2BiwlS45uz9gBoxHA9nc26zFtMncU9yudjHmwJxuG4uUxsSAA01ZWyCySB81xKSIAOOM1bb75OPx6QsAoL3jYXVAVBPe1ix9TgBdL4UbBDb1tVTKzbSmfl07SlGeW2L9JJtg%3D


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1636017834730_SKRIPSI LARAS HAKIMI_compressed.pdf 955.1Kb application/pdf Lihat / Buka File SKRIPSI
1636017835385_cover.jpg 194.4Kb image/jpeg Lihat / Buka Cover SKRIPSI Kebermaknaan Hidup Bagi Narapidana Yang Belum Menikah Di Rumah Tahanan Kelas II B Batusangkar
1636017835657_pp sidang laras.pdf 755.9Kb application/pdf Lihat / Buka Presentasi SKRIPSI Kebermaknaan Hidup Bagi Narapidana Yang Belum Menikah Di Rumah Tahanan Kelas II B Batusangkar

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya