Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | Prospek Usaha Pedagang Kaki Lima Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Dalam Perspektif Ekonomi Islam |
| Penulis: | INDAH SAPUTRI |
| Abstrak: | ABSTRAK INDAH SAPUTRI, NIM 1630403048, Judul skripsi : Prospek Usaha Pedagang Kaki Lima Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurusan Ekonomi Syariah Konsentrasi Manajemen Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah masih kecilnya jumlah modal yang dimiliki oleh pedagang kurang larisnya barang yang mereka jual akibat pandemi civid-19, tempat yang tersedia tidak seimbang dengan jumlah pedagang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi masalah dan solusi terhadap masalah pedagang kaki lima Nagari Saruaso dan untuk mengetahui prospek usaha berdasarkan kiat bisnis para pedegang dan juga berdasarkan manajemen pihak pengelolaan pasar (pemerintah) pedagang kaki lima di Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar perspektif ekonomi Islam. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pedangang kaki lima yang berada di pasar Nagari Saruaso yang berjulamlah 60 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dari jumlah populasi dengan menggunakan metode random sampling. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan yaitu dengan data Reduksi Data dan Data Display. Hasil penelitian menunjukan bahwa, berdasarkan penelitian yang dilakukan, kondisi pedagang kaki lima cukup membantu kehidupan mereka, namun dari aspek prospek kedepan, para pedagang kaki lima kurang mengembirakan karena terjadinya status quo atau tidak berobah keadaan bisnis mereka kepada kondisi yang lebih baik karena usaha mereka tidak berkembang dan kurang mampu menjadi pedagang yang lebih besar. Solusinya agar pedangang kaki lima lebih berkembang pedang harus memiliki srataegi yang baik dan pemerintah sebaikanya memberikan tempat yang strategis untuk para pedagang kaki lima. Sedangkan dari aspek manajemen pemerintahan setempat belum nampak hasil yang mengembirakan dalam mengembangkan usaha para pedagang kaki lima, hal demikian karena kebanyakan pelaku pedagang kaki lima (15 orang atau 75%) sudah berdagang lebih dari 20 tahun dan mereka tetap sebagai pedagang kaki lima. Adapun dari aspek pandangan ekonomi Islam terhadap kondisi pedagang kaki lima di Nagari Saruaso, nampak bahwa sudah berdagang dengan benar secara keseluruhan (tidak melanggar aturan Islam secara mikro dan makro) kecuali pada aspek masih berhubungan dengan rentenir karena tidak adanya lembaga keuangan yang menawarkan pembiayaan secara Islami. Hasil pemberdayaan pemerintah setempat dalam memberdayakan pedagang kaki lima yang masih belum maksimal menunjukkan bahwa nilai ta'awun atau takaful (membantu pihak yang lemah) masih belum berhasil dengan baik. |
| URI: |
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/RveE19qBTKS7Ad4XkwsdXNntTu5oHph.pdf |
| Tanggal: | 2021-09-07 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1635838649776_S ... AH SAPUTRI_ 1630403048.pdf | 0byte | application/pdf |
Lihat / |
File "Prospek Usaha Pedagang Kaki Lima Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Dalam Perspektif Ekonomi Islam" |
| 1637637878881_PERPUS.pdf | 1.126Mb | application/pdf |
Lihat / |
File "Prospek Usaha Pedagang Kaki Lima Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Dalam Perspektif Ekonomi Islam" |
| 1637637879420_kuning.jpg | 389.9Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "Prospek Usaha Pedagang Kaki Lima Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Dalam Perspektif Ekonomi Islam" |