DAMPAK PROGRAM BAZNAS MICROFINANCE DESA (BMD) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT BUKITTINGGI PERSPEKTIF TEORI HAD KIFAYAH

Publikasi Unusia

DAMPAK PROGRAM BAZNAS MICROFINANCE DESA (BMD) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT BUKITTINGGI PERSPEKTIF TEORI HAD KIFAYAH

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: DAMPAK PROGRAM BAZNAS MICROFINANCE DESA (BMD) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT BUKITTINGGI PERSPEKTIF TEORI HAD KIFAYAH
Penulis: TRIA YOLANDA
Abstrak: TRIA YOLANDA. NIM 1902042018. Judul Tesis: Dampak Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Bukittinggi Perspektif Teori Had Kifayah. Program studi Ekonomi Syari`ah Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan program pemberdayaan melalui pemberikan jasa layanan keuangan kepada para pelaku usaha mikro (Mustahik) yang diluncurkan oleh BAZNAS RI. permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana dampak program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) terhadap kesejahteraan masyarakat Bukittinggi perspektif teori had kifayah dan bagaimana analisis dampak program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) terhadap kesejahteraan masyarakat Bukittinggi perspektif teori had kifayah. Metode penelitian dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Data dikumpul melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dampak dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) terhadap kesejahteraan masyarakat Bukittinggi perspektif had kifayah menunjukan bahwa dampak terlihat pada dimensi makanan, dimensi pakaian, dan dimensi ibadah. Namun dampak program ini tidak terlihat pada dimensi tempat tinggal dan fasilitas rumah tangga, dimensi pendidikan, dimensi kesehatan dan dimensi transportasi. analisis dampak program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) terhadap kesejahteraan masyarakat Bukittinggi perspektif teori had kifayah (1) Dimensi makanan seluruh mitra BMD sudah dapat memenuhi 3000 kkal dan ditemukan variasi peningkatan jenis makanan, peningkatan kemampuan stock bahan makanan dan kemampuan makan diluar. (2) Dimensi pakaian mayoritas sudah terpenuhi bahkan meningkat, hal ini disebabkan oleh keinginan berpakaian yang berganti-ganti setiap hari dan terlihat menarik. (3) Dimensi rumah dan fasilitas rumah tangga belum terpenuhi karena dana yang diberikan terlalu kecil namun untuk membayar sewa tiap jatuh tempo mitra BMD selalu memiliki dana. (4) Dimensi Ibadah mayoritas belum terpenuhi karena masih kurangnya kesadaran mitra BMD akan kewajiban beribadah (5) Dimensi Pendidikan sudah terpenuhi dengan bantuan pemerintah atas wajib belajar (6) Dimensi Kesehatan merupakan dimensi yang paling terpenuhi karena mayoritas sudah memiliki jaminan kesehatan oleh pemerintah, namun tidak ada intervensi dari program BMD (7) Dimensi Transportasi belum terpenuhi namun sebelum menjadi mitra BMD mayoritas setiap mitra sudah memiliki kendaraan bermotor.
URI:
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/LQ0OyT5kofPDVBb2TV4prr1ZQKiL5r8o.pdf
Tanggal: 2021-09-15


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1635838447253_Tesis ok.pdf 879.4Kb application/pdf Lihat / Buka File "DAMPAK PROGRAM BAZNAS MICROFINANCE DESA (BMD) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT BUKITTINGGI PERSPEKTIF TEORI HAD KIFAYAH"
1652951109688_maron.jpg 447.2Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "DAMPAK PROGRAM BAZNAS MICROFINANCE DESA (BMD) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT BUKITTINGGI PERSPEKTIF TEORI HAD KIFAYAH"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya