Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | SISTEM BAGI HASIL KEBUN AREN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH DI NAGARI ANDALEH BARUH BUKIK KECAMATAN SUNGAYANG KABUPATEN TANAH DATAR |
| Penulis: | RISA ASRIL |
| Abstrak: | Risa Asril, NIM. 1630401157, dengan judul SKRIPSI “Sistem Bagi Hasil Kebun Aren Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Di Nagari Andaleh Baruh Bukik Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu bagaimana pelaksanaan sistem bagi hasil pemilik dan penggarap kebun aren dalam perspektif ekonomi syariah dan porsi bagi hasil pemilik dan penggarap kebun aren dalam perspektif ekonomi syariah di Nagari Andaleh Baruh Bukik Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan sistem bagi hasil pemiliki dan penggarap kebun aren dan porsi bagi hasil kebun aren dalam perspektif ekonomi syariah di Nagari Andaleh Baruh Bukik Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif. Teknik yang penulis gunakan dalam pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu penggarap dan pemilik kebun aren di Nagari Andaleh Baruh Bukik. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat di simpulkan bahwa, sistem pembagian hasil kebun aren yang ada di Nagari Andaleh Baruh Bukik terdiri dari tiga macam pertama bagi hasil dengan nisbah 50%:50%, sistem tolong menolong, dan sistem bagi hasil dengan nisbah 70%:30%. Bagi hasil dilakukan antara pemilik dan penggarap kebun aren di Nagari Andaleh Baruh Bukik yang telah disepakati secara bersama mengandung gharar dan adanya ketidakadilan dalam pembagian hasil dari pohon aren (enau). Seharusnya setiap hasil yang diperoleh dari pohon aren (enau) penggarap harus menjelaskan secara rinci kepada pemilik tentang hasil yang diperoleh. Setiap hasil yang diperoleh pemilik juga berhak mendapatkan hasilnya seperti penjualan buah tab, penjualan ijuk, penjualan daun dan lidi dahan enau, dan penjualan batang enau. Sehingga terjadinya suatu tindakan yang telah mengambil hak orang lain dalam bentuk ketidakadilan pembagian hasil. Hal itu terbukti pada saat pembagian hasil kebun aren sering kali terjadi persoalan yang disebabkan oleh ketidaksesuain dengan yang di sepakati di awal dengan hasil yang diperoleh antara penggarap dengan pemilik. |
| URI: |
https://drive.google.com/uc?export=view&id=15xDIj7cxoXRCAdVp4tTrTO6XH6hkcQq5 |
| Tanggal: | 2021-04-15 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1621840111715_kuning.jpg | 389.9Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "SISTEM BAGI HASIL KEBUN AREN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH DI NAGARI ANDALEH BARUH BUKIK KECAMATAN SUNGAYANG KABUPATEN TANAH DATAR" |