Tampilkan catatan item lengkap
| Judul: | TRADISI MAMINTAK ANAK KA KUBURAN DI JORONG SAWAH KAREH NAGARI BALIMBING KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR MENURUT HUKUM ISLAM |
| Penulis: | Deri Pratama |
| Abstrak: | DERI PRATAMA, NIM 1730201006, Judul Skripsi ”Tradisi Mamintak Anak Ka Kuburan Di Jorong Sawah Kareh Nagari Balimbing Kecamatan Rambaatn Kabupaten Tanah Datar Menurut Hukum Islam ” Jurusan Ahwal Al-syakhsiyyah (AS) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Tahun 2020. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana tata cara dan pelaksanaan mamintak anak ka kuburan di masyarakat Jorong Sawah Kareh Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan Bagaimana pandangan hukum islam terhadap Tradisi Mamintak Anak Ka Kuburan Di Jorong Sawah Kareh Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana tata cara dan pelaksanaan mamintak anak ka kuburan di masyarakat Jorong Sawah Kareh Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan Untuk menjelaskan dan menganalisa bagaimana pandangan hukum islam terhadap Tradisi Mamintak Anak Ka Kuburan Di Jorong Sawah Kareh Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian ini adalah filld research (penelitian lapangan) yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang menggunakan kejadian dan fenomena yang terjadi dilapangan. Sebagai sumber data primer yaitu wawancarai 10 orang pasangan suami istri, pemuka masyarakat dan tokoh ulama, sedangkan sumber data sekunder yaitunya Buku-buku, jurnal dan artikel mengenai tradisi mamintak anak ka kuburan dan hukum Islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan trigulasi. Hasil penelitian ini tata cara dan pelaksanaan mamintak anak ka kuburan di masyarakat Jorong Sawah Kareh adalah sepasang suami istri yang sudah menikah dan tidak mendapatkan anak bertahun-tahun maka sepasang suami istri ini pergi ke kuburan untuk mamintak anak karena sepasang suami istri ini sudah berusaha mulai dari obat kampung maunpun ke dokter tetapi hasilnya ini tidak ada. Sepasang suami istri ini pergi ke kuburan untuk berdoa di sana dengan membawa tawa nan ampek dan tawa nan duo baleh. Tawa ini ditinggalkan dikuburan selama satu malam dan dejemput lagi dan tawa ini diberi air dan di pakai kepada suami dan istri selama 3 hari berturut-turut. Setelah berhasil maka sepasang suami istri ini dan keluarga pergi ke kuburan lagi untuk mendoa selamat sebagai wujud syukur. Tradsi mamintak Anak ka kuburan di Jorong Sawah Kareh ini bertentangan dengan ajaran Islam karena di dalam ajaran Islam sudah diatur cara mendapatkan anak secara syariat, tetapi di Jorong Sawah Kareh mempercayai suatu tradisi yang tidak diatur dalam ajaran Isalam seperti maminta anak ka kuburan karamat, karena didalm syariat Islam tidak ada dijelaskan bahwa seorang yang sudah meninggal itu dapat mengabulkan permintaan dari masyarakat tetapi di Jorong Sawah Kareh adanya masyarakat yang mempercayai orang yang sudah meninggal dapat mengabulkan permintaan. |
| URI: |
https://drive.google.com/uc?export=view&id=13SQo2xXq5gpOA3tX9Nh9DLscr8YmE1K7 |
| Tanggal: | 2021-05-24 |
| File | Ukuran | Format | Lihat | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|
| 1621839849845_SKRIPSIiiiiiiiiiiiii.pdf | 1.221Mb | application/pdf |
Lihat / |
File "TRADISI MAMINTAK ANAK KA KUBURAN DI JORONG SAWAH KAREH NAGARI BALIMBING KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR MENURUT HUKUM ISLAM" |
| 1621839850165_black.jpg | 428.7Kb | image/jpeg |
Lihat / |
Gambar "TRADISI MAMINTAK ANAK KA KUBURAN DI JORONG SAWAH KAREH NAGARI BALIMBING KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR MENURUT HUKUM ISLAM" |