PELAKSANAAN TRADISI MANJAMPUIK NASI SAPARIUK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI NAGARI SIMAWANG KABUPATEN TANAH DATAR)

Publikasi Unusia

PELAKSANAAN TRADISI MANJAMPUIK NASI SAPARIUK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI NAGARI SIMAWANG KABUPATEN TANAH DATAR)

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: PELAKSANAAN TRADISI MANJAMPUIK NASI SAPARIUK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI NAGARI SIMAWANG KABUPATEN TANAH DATAR)
Penulis: RENI MUSTIKA
Abstrak: RENI MUSTIKA. NIM 1630201045, Judul Skripsi: “Tradisi Manjampuik Nasi Sapariuk Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi di Nagari Simawang Kabupaten Tanah Datar)“. Jurusan Ahwal AlSyakhshiyyah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah bagaimana proses pelaksanaan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan untuk menganalisis pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui observasi dan wawancara dengan ketua KAN, niniak mamak suku, dan pasangan suami istri yang tidak melaksanakan tradisi manjampuik nasi sapariuk. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Berdasarkan hasil penelitian dapat penulis simpulkan bahwa setelah melakukan perkawinan atau ijab kabul di Nagari Simawang Kabupaten Tanah Datar ada aturan adat yang harus dilaksankan yaitu tradisi manjampuik nasi sapariuk, manjampuik nasi sapariuk adalah kebiasaan manjampuik marapulai dengan membawa nasi sapariuk apabila pasangan tersebut tidak melaksankan walimah, apabila tradisi ini belum dilaksanakan maka perkawinan bagi pasangan suami istri di dalam adat yang berlaku di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar termasuk nikah gantuang, maksud dari nikah gantuang tersebut yaitu suami belum boleh tinggal serumah dengan istri,sahilia samudiak (jalan-jalan berdua-duaan) dan melakukan hubungan suami istri sampai ia melaksanakan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar, apabila kedua pengantin tetap ingin serumah maka pengantin laki-laki akan dianggap sebagai tamu tak diundang di kediaman keluarga perempuan. Ditinjau menurut hukum Islam tentang tradisi manjapuik nasi sapariuk ini ialah dalam Islam tradisi atau adat yang dilakukan oleh masyarakat Nagari
URI:
https://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/h/batusangkar/k5MAEAndOes3cadj8pkyeaxFFu3flZ59.pdf
Tanggal: 2020-09-15


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1608107248862_S ... i Mustika 16 302 01045.pdf 1.924Mb application/pdf Lihat / Buka File "PELAKSANAAN TRADISI MANJAMPUIK NASI SAPARIUK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI NAGARI SIMAWANG KABUPATEN TANAH DATAR)"
1608107249517_syariah.jpg 428.7Kb image/jpeg Lihat / Buka Gambar "PELAKSANAAN TRADISI MANJAMPUIK NASI SAPARIUK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI NAGARI SIMAWANG KABUPATEN TANAH DATAR)"

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya