Komparasi Strategi Pembelajaran Inkuiri Dengan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Besaran dan Pengukuran Dikelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam

Publikasi Unusia

Komparasi Strategi Pembelajaran Inkuiri Dengan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Besaran dan Pengukuran Dikelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: Komparasi Strategi Pembelajaran Inkuiri Dengan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Besaran dan Pengukuran Dikelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam
Penulis: RIKO RINALDO
Abstrak: Strategi pembelajaran inkuiri dan pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu strategi yang sama-sama menarik dan cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran fisika. Pada strategi pembelajaran inkuiri siswa dituntut untuk berpikir secara kritis dan analitis dalam proses pembelajaran. Sedangkan pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pembelajaran yang mengaitkan dengan kehidupan nyata siswa dalam kehidupan sehari-hari dalam proses pembelajaran dan konvensional merupakan suatu pembelajaran yang banyak didominasi oleh guru. Jadi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar fisika siswa antara startegi pembelajaran inkuiri dengan pembelajaran berbasis masalah dan konvensional. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian Randomized control Group Only design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 1 2x11 kayutanam tahun pelajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampelnya adalah teknik random sampling, kelas X7 sebagai kelas eksperimen I, kelas X6 sebagai kelas eksperimen II dan kelas X4 sebagai kelas kontrol. Materi yang digunakan adalah Besaran dan Pengukuran. Instrumen yang digunakan yaitu tes hasil belajar yang berbentuk soal objektif untuk ranah kognitif dan lembar observasi untuk ranah afektif sedangkan pengujian hipotesis menggunakan uji-T. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti laksanakan, diperoleh rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas eksperimen I adalah 76.75, sedangkan rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas eksperimen II adalah 74 dan rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol adalah 64.52. Setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh: Pertama, hasil belajar fisika siswa pada penerapan strategi pembelajaran inkuiri tidak berbeda signifikan dengan hasil belajar fisika siswa yang pembelajarannya menerapkan pembelajaran berbasis masalah didapatkan thitung = 0.76 dan ttabel = 2.04. Karena thitung < ttabel maka hipotesis statistik ditolak (terima Ho). Kedua, hasil belajar fisika siswa pada penerapan strategi pembelajaran inkuiri berbeda signifikan dengan hasil belajar fisika siswa yang pembelajarannya menerapkan pembelajaran konvensional didapatkan thitung = 2.89 dan ttabel= 2.04 karena thitung > ttabel maka hipotesis H1 diterima. Ketiga, hasil belajar fisika siswa pada penerapan pembelajaran berbasis masalah berbeda signifikan dengan hasil belajar fisika siswa yang pembelajarannya menerapkan pembelajaran konvensional didapatkan thitung = 2.22 dan ttabel= 2.04 karena thitung > ttabel maka hipotesis H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan Pertama, strategi pembelajaran inkuiri tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan pembelajaran berbasis masalah. Kedua, strategi pembelajaran inkuiri berbeda signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Ketiga, pembelajaran berbasis masalah berbeda signifikan ii dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Pada ranah afektif strategi pembelajaran inkuiri memiliki nilai rata-rata yang tinggi dibandingkan dengan pembelajaran berbasis masalah dan konvensional. Dengan nilai rata-rata 78.16,77.70 dan 71.80
URI:
Tanggal: 2017-02-10


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat

Tidak ada file yang diasosiasikan dengan item ini.

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya