PENGEMBANGAN ALAT PERAGA IPA MATERI LISTRIK UNTUK SISWA SLB C DI KELAS IX SLB N LIMA KAUM
Tampilkan catatan item lengkap
|
Judul:
|
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA IPA MATERI LISTRIK UNTUK SISWA SLB C DI KELAS IX SLB N LIMA KAUM |
|
Penulis:
|
RAMADHONA ZULNITA
|
|
Abstrak:
|
Pengembangan alat peraga ini, digunakan untuk siswa SMPLB di Lima Kaum khususnya siswa SLB C (tunagrahita). Tungrahita adalah kondisi dimana seseorang anak memiliki tingkat kecerdasan di bawah anak normal (idiot). IPA terpadu merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di kelas ini. Pembelajaran IPA di SLB lebih efektif diajarkan dengan menggunakan media khusus, salah satunya alat peraga. Ketersediaan alat peraga di SLB N Lima Kaum masih terbilang belum lengkap, diantaranya adalah alat peraga listrik.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengikuti tahapan model 4D meliputi define (pendefenisian), design (perancangan), develope (pengembangan), dan dessemminate (penyebaran). Tetapi dalam penelitian ini baru terlaksana sampai tahap develop.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan praktikalitas alat peraga yang dikembangkan. Alat peraga yang telah divalidasi diuji cobakan di kelasIX tunagrahita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah butir validasi dalam proses pengembangan alat dan pengisian angket respon siswa tunagrahita dengan bantuan guru untuk mengukur kevalidan dan kepraktisan alat peraga yang dikembangkan
Hasil validasi terhadap alat peraga yang dikembangkan untuk materi listrik menunjukkan bahwa alat peraga telah memenuhi kriteria validitas baik dari segi isi maupun konstruk. Hal Ini dibuktikan dari hasil presentase jumlah akhir analisis validasi alat peraga yang bernilai 74,38%. Hasil penelitian dari alat peraga yang dikembangkan diujikan di kelas tunagrahita didapatkan bahwa, penggunaan media alat peraga lebih efektif dari pada pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah saja. Hal ini dibuktikan dari jumlah akhir presentase kepraktisan alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran adalah 83,03%(alat peraga sangat praktis). Sedangkan apabila, ditinjau dari aspek psikomotor siswa, didapatkan kecendrungan respon siswa terhadap pembelajaran dengan media adalah baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa alat peraga yang dikembangkan valid dan juga praktis , serta bisa dipakai sebagai media pembelajaran untuk kelas tunagrahita. |
|
URI:
|
|
|
Tanggal:
|
2017-02-20 |
File dalam item ini
|
Tidak ada file yang diasosiasikan dengan item ini.
|
Item ini muncul di Koleksi berikut
Tampilkan catatan item lengkap