Students' Reasons in Joining Story Telling as an Extracurricular Activity at SMPN 3 Sawahlunto

Publikasi Unusia

Students' Reasons in Joining Story Telling as an Extracurricular Activity at SMPN 3 Sawahlunto

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.advisor HENDRA EKA PUTRA, M.PD.
dc.contributor.advisor ZULHERMINDRA, M.PD.
dc.contributor.author TESA WAHYUNI
dc.contributor.editor TESA WAHYUNI
dc.contributor.other YULNETRI, SS., M. PD.
dc.contributor.other DR. SUSWATI HENDRIANI, M. PD., M. PD.
dc.date.accessioned 2018-05-30T00:57:56Z
dc.date.available 2018-05-30T00:57:56Z
dc.date.copyright Semua hak cipta dilindungi oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar
dc.date.issued 2018-02-21
dc.identifier 13104103
dc.identifier.uri http://repo.iainbatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/10526
dc.description Kata Kunci : Extracurricular Activity Story Telling
dc.description.abstract ABSTRAK TESA WAHYUNI. NIM 13 104 103, (2018). Judul skripsi: “Students’ Reasons in Joining Storytelling as an Extracurricular Activity at Smpn 3 Sawahlunto”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah belum terungkapnya alasan siswa mengikuti story telling sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 3 Sawahlunto. Bertitik tolak dari permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan siswa mengikuti story telling sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 3 Sawahlunto. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII yang mengikuti storytelling sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 3 Sawahlunto tahun akademik 2017/2018. Informan penelitian ini berjumlah 10 orang yang diseleksi dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kategori siswa yang aktif dalam kegiatan story telling sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melakukan wawancara dengan pertanyaan tidak terstruktur. Untuk menguji kebenaran data, peneliti melakukan triangulasi data dengan cara membandingkan hasil wawancara pertama dengan wawancara kedua. Selanjutnya, dalam menganalisis data, peneliti mengacu pada teori Miles and Huberman (1992:22) dengan langkah- langkah data reduksi, data display dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 12 alasan siswa mengikuti storytelling sebagai kegiatan ekstrakurikuler yaitu: 1) permintaan orang tua, 2) ingin mempelajari bahasa Inggris, 3) ingin berbicara dalam bahasa Inggris, 4) suka pelajaran bahasa Inggris, 5) mengikuti teman, 6) ingin mengikuti lomba story telling, 7) mendapatkan banyak kosa kata baru dalam bahasa Inggris, 8) memperbanyak teman, 9) menyukai story telling, 10) melatih percaya diri tampil di depan umum, 11) menyukai guru story telling, 12) untuk menambah wawasan.
dc.publisher PENDIDIKAN (TADRIS) BAHASA INGGRIS
dc.subject Extracurricular Activity Story Telling
dc.title Students' Reasons in Joining Story Telling as an Extracurricular Activity at SMPN 3 Sawahlunto
dc.type Thesis S1


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1527641883945_COVER NAN PALING BETUL.docx 23.42Kb application/octet-stream Lihat / Buka Cover skripsi Students' Reasons in Joining Story Telling as an Extracurricular Activity at SMPN 3 Sawahlunto

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya